Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Produk Batu NTB Dinilai Berkualitas Unggul, Dinas ESDM Coba Branding

Baiq Farida • Senin, 23 Mei 2022 | 20:40 WIB
Zainal Abidin (Dewi/Lombok Post)
Zainal Abidin (Dewi/Lombok Post)
MATARAM-Aneka batu-batuan yang ada di Provinsi NTB tak kalah saing dengan daerah lain. Seperti batu mulia hingga batu akik. Apalagi, dengan adanya industri untuk pengelolaan batu beri dampak ekonomi bagi masyarakat, khususnya pecinta dan pengelolanya.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) NTB Zainal Abidin mengatakan, beberapa waktu lalu ada gelaran pameran batu hias dan permata yang berlangsung selama 5 hari dengan kapasitas 20 orang. Dimana ada dua kegiatan dilaksanakan yakni di Lombok dan Bima.

Selama ini produk batu-batuan lebih banyak dikenal brand dari luar daerah. Padahal NTB memiliki batu mulia dan akik yang juga tidak kalah saing.

"Kita harus membranding produk kita, jangan batu bacan sudah dibranding terus, batu panca warna Garut sudah dibranding. Sedangkan masih bagus kita punya, batu Nagaswi dan  pancawarna Dompu," ungkapnya, Senin (23/5/2022).

Ia menyayangkan, jenis batu-batuan NTB dari Dompu itu akan dikirim ke Jakarta dalam bentuk bongkahan. Padahal, jika diolah disini bisa dalam bentuk mata cincin dan lainnya.

Sebab itu, dinas terus berupaya dan mendorong untuk dapat membranding sendiri produk olahan batu NTB ini. Apalagi banyak potensi produk batu mulia dan akik di NTB yang bisa dibranding.

Jika ini terus berkembang, sambungnya, maka sudah jelas akan memberikan dampak ekonomi yang cukup besar bagi masyarakatnya. Maka dari itu untuk memiliki indentitas batu NTB, perlu dibuatkan identifikasi geografisnya.

"Untuk bisa membranding produk batu NTB. Nanti kita bantu peralatan dengan swadaya dulu lah, apa yang kita punya kita keluarkan masing masing," ungkapnya.

Menurutnya, perlu dibentuk organisasi, guna menaungi pengelola batu agar dapat membranding produk mereka hingga memasarkan keluar.

Sebagai langkah awal pembentukan organisasi batu mulia, pihaknya akan konsolidasi dengan para pengelola, maupun pencinta batu mulia dan akik di kabupaten untuk membentuk sendiri  organisasinya.

Nantinya, mereka bisa mengakomodir semua pengelola batu mulia dan akik yang ada sehingga dapat terbentuk sebuah industri batu.

"Kami dari dinas terkait akan bergerak di hulunya, potensinya di mana. Pengolahan dan pemasarannya gimana," tandas Zainal. (ewi/r10) Editor : Baiq Farida
#Batu NTB #Dinas ESDM NTB