UMKM pendukung ini memiliki beragam produk. Rinciannya, sebanyak 40 UMKM kuliner; 175 UMKM merupakan industri pengolahan makanan dan minuman; 25 UMKM kerajinan tangan; 10 UMKM obat dan kosmetik. Kemudian ada juga 100 UMKM yang merupakaan binaan dari BUMDes setempat.
Para pelaku usaha ini, akan berjualan di areal venue MXGP. Tenda telah disiapkan panitia untuk bisa ditempati UMKM. Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (KUKM) NTB Ahmad Masyhuri menyebut ada sekitar 200 tenda disiapkan, yang lokasinya berada di dalam sirkuit. ”Satu tenda bisa diisi sampai dua pelaku UMKM,” kata Masyhuri.
Katanya, tenda-tenda untuk pelaku UMKM tidak saja disediakan di dalam sirkuit. Tapi juga di luar, sesuai dengan titik-titik yang sudah ditentukan pemerintah daerah. Misalnya, di Taman Mangga dan Ai Lemak. ”Ada juga lokasi lain yang sekarang sedang berproses,” ujarnya.
Disinggung soal biaya sewa lapaknya, Masyhuri menyebut Rp 1,7 juta. Biaya tersebut untuk tiga hari penyelenggaraan MXGP di Samota, Sumbawa. Pelaku UMKM akan mendapat fasilitas yang tidak kalah dengan event MotoGP lalu.
Nilai sewa lapak UMKM untuk event internasional MXGP tergolong murah. Bahkan jauh lebih murah jika dibandingkan dengan biaya sewa saat MotoGP di Mandalika. Langkah tersebut merupakan keputusan bersama untuk membantu sektor UMKM di Pulau Sumbawa.
Pemprov ingin memaksimalkan ajang MXGP di Samota. Event internasional ini diharapkan bisa memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat di Pulau Sumbawa, yang menjadi tuan rumahnya.
Karena itu, slot terbanyak diberikan untuk UMKM dari Kabupaten Sumbawa sebanyak 75 persen. Setelah itu, UMKM dari Kabupaten Sumbawa Barat; Dompu; Bima; dan Kota Bima di Pulau Sumbawa yakni 10 persen. Terakhir adalah UMKM yang berasal dari Pulau Lombok sebesar 15 persen. ”UMKM yang terlibat telah melalui proses kurasi,” tuturnya.
Masyhuri optimis sektor usaha swasta skala kecil dan menengah bisa terus tumbuh di MXGP. Seiring dengan semakin banyaknya event internasional maupun nasional yang digelar di Pulau Lombok maupun Sumbawa.
”Tidak boleh kita pesimis. Harus optimis,” tegas mantan Karo Kesra Setda NTB ini. (dit/r5) Editor : Rury Anjas Andita