Di APBD Perubahan nanti, perbaikan untuk jembatan rusak tetap menjadi prioritas Pemprov NTB. Tidak saja jembatan Midang dan Medas, tapi juga jembatan lain yang rusak diakibatkan bencana alam.
Kebutuhan anggaran untuk perbaikan kedua jembatan tersebut diperkirakan mencapai Rp 15 miliar. Ridwan menyebut, alternatif lain tetap diupayakan pemprov, seandainya tidak tersedia anggaran di APBD Perubahan. Salah satunya dengan meminta bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Kata Ridwan, kerusakan jembatan tersebut terjadi di awal tahun 2022. Di saat pemprov bersama DPRD telah menetapkan APBD 2022. Sehingga tidak memungkinkan apabila masuk dalam pos anggaran di APBD 2022.
”Memang belum pernah dialokasikan anggarannya untuk perbaikan kedua jembatan,” tuturnya.
Anggaran untuk perbaikan jembatan akibat bencana yang masuk di APBD 2022 adalah jembatan Bengkang dan Tebek. Dibiayai melalui program dana alokasi khusus (DAK) fisik. Sebab, pengusulannya telah dimulai dari April tahun lalu.
Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD NTB Saat Abdullah menyebut, selama penyusunan APBD 2022 tidak ada pembahasan mengenai perbaikan jembatan Midas maupun Medang. ”Tidak ada untuk program 2022,” kata Saat yang ketika itu masih menjabat sebagai Sekretaris Komisi IV.
Kegiatan yang mencuat justru rencana pelebaran jalan depan Kantor Bupati Lombok Barat. Namun, ini pun belum bisa terealisasi karena anggaran pemprov yang terbatas. Karena itu, Saat mendorong pemprov bisa memprioritaskan anggaran perbaikan jembatan hingga pelebaran jalan untuk tahun 2023. (dit/r5) Editor : Rury Anjas Andita