Jamaah tersebut tergabung dalam kloter dua embarkasi Lombok. Terdiri dari 192 JCH asal Lombok Barat; 129 JCH dari Kabupaten Bima; 68 JCH dari Kabupaten Sumbawa Barat. Ditambah dengan empat petugas haji, sehingga totalnya menjadi 393 JCH.
JCH kloter dua ini masuk ke Asrama Haji pada Senin (20/6). Ketika tiba, satu JCH asal Bima langsung dirujuk ke RS. Setelah mendapatkan penanganan dari petugas kesehatan, yang bersangkutan bisa kembali bergabung dengan rombongan dan terbang menuju Tanah Suci sekitar pukul 17.30 Wita, kemarin.
Zaidi mengatakan, ketika terdapat JCH yang sakit sebelum keberangkatan, keputusan untuk pergi atau tidak bukan sepenuhnya menjadi kewenangan Kanwil Kemenag. Ada koordinasi dengan otoritas kesehatan dan imigrasi. Hasilnya nanti dilaporkan ke Kementerian Agama di Jakarta.
”Kalau ada lagi kejadian seperti itu, kemungkinan mundur ikut kloter berikutnya. Dan ini harus kami koordinasikan juga,” tutur Zaidi.
Sementara itu, kloter pertama dari embarkasi Lombok sudah tiba dengan selamat dan sehat di Makkah, sekitar pukul 21.00 Waktu Arab Saudi. ”Alhamdulillah. Semuanya juga sudah masuk di hotel di Mahbaz Jin,” kata Petugas Haji dari Kemenag NTB Eka Muftati’ah saat dihubungi via WhatsApp, kemarin.
Eka yang merupakan Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag NTB, saat ini tengah bertugas di Arab Saudi. Eka tiba di Arab Saudi pada 10 Juni. Selama lebih dari 11 hari, dia menyebut kondisi cuaca di Makkah cukup panas. Mencapai 46 derajat celcius. ”Tapi rasanya seperti 50 derajat celcius, panas banget,” ujarnya.
Dengan cuaca tersebut, Eka menyarankan JCH untuk melindungi diri dari cuaca panas. Membawa kacamata hitam, semprotan air untuk wajah. Perlengkapan untuk protokol kesehatan juga jangan dilupakan.
”Persiapkan masker, penting juga. Walaupun seminggu lalu Arab Saudi ada kebijakan sudah boleh tidak menggunakan masker, tapi JCH Indonesia, diharapkan tetap pakai,” bebernya.
Eka juga menyarankan JCH, jika ingin melaksanakan ibadah wajib maupun sunnah di Masjidil Haram, sebaiknya dilakukan di malam hari. Imbauan ini ditujukan bagi JCH yang berumur. ”Kalau siang hari, itu cuaca panas. JCH bisa cepat capek dan ini berpengaruh juga pada kesehatan mereka,” kata Eka.
Dengan kondisi tersebut, JCH diimbau untuk menjaga stamina dan kesehatan. Sehingga ketika masuk waktu pelaksanaan ibadah haji, kondisi JCH benar-benar prima. ”Lebih baik sekarang, jaga tenaga untuk persiapan haji. Petugas bimbingan haji juga mengedukasi setiap JCH yang tiba di Arab Saudi,” tandas Eka. (dit/r5) Editor : Rury Anjas Andita