Sisa proyek yang masih berjalan berada di Jalan Catur Warga dan Jalan Pendidikan, Kota Mataram. Serta sedikit di Bima. Untuk wilayah Kota Mataram, Ridwan menyebut ada kendala terkait pembebasan lahan. Yang sekarang ini tengah diupayakan Pemkot Mataram untuk dituntaskan.
”Kami maklumi. Kami juga berterima kasih kepada Pak Wali Kota, karena mau menganggarkan lagi untuk pembebasan lahannya, ini sedang berproses,” ujarnya.
Program percepatan pembangunan jalan provinsi yang diatur melalui Perda Percepatan Pembangunan Jalan dilakukan dengan pola multi years dengan total anggaran hingga Rp 750 miliar. Rinciannya, sebesar Rp 500 miliar untuk jalan di Pulau Sumbawa dan Rp 250 miliar di Pulau Lombok. ”Ini tinggal tersisa Rp 4 miliar saja dari total nilai proyek,” kata Ridwan.
Ridwan menerangkan, proyek pekerjaan jalan menggunakan tiga tahun anggaran. Dimulai dari 2021 hingga 2023 tahun depan. Dengan tujuan untuk meningkatkan kemantapan jalan di Provinsi NTB.
Dalam perjalanannya, progres di tahun 2021 terjadi peningkatan 0,06 persen untuk kemantapan jalannya. Yang dinilai Ridwan sudah cukup baik. Bahkan telah melewati target untuk tahun 2021, yang sebesar 83,95 persen menjadi 85,01 persen.
Jika diukur dari tahun 2020, kemantapan jalan bahkan naik sebesar 3,96 persen. Dari 80,05 persen menjadi 84,01 persen di akhir 2021. Nah, untuk kenaikan pemantapan jalan di 2022, akan terlihat di akhir tahun,
”Belum bisa kita ukur sekarang, karena proyek masih berjalan. Kalau sudah rampung 100 persen, tentu kemantapan jalannya bisa terlihat progresif,” tandasnya. (dit/r5) Editor : Rury Anjas Andita