"Dari hasil muskot, teman-teman pengurus kembali mempercayakan amanah ini ke saya," ujar Dokter Jack, sapaan karib dr. HL Herman Mahaputra.
Baginya, PMI Kota Mataram merupakan lembaga sosial tempat para relawan berkumpul untuk membantu masyarakat. Ini sejalan dengan visinya sebagai tenaga kesehatan dan juga direktur rumah sakit.
Sebagai ketua yang terpilih, Dokter Jack mengaku memiliki beberapa rencana yang akan dilaksanakan di PMI Kota Mataram. Salah satunya adalah membangun Sekretariat PMI Kota Mataram dengan menyewa tempat atau meminta agar PMI Lombok Barat yang ada di Karang Jangkong bisa menjadi tempat PMI Kota Mataram.
"Sudah kami usulkan, PMI Lobar di Karang Jangkong Mataram itu kita akan ambil alih untuk PMI Kota Mataram. Tetapi itu menunggu PMI NTB. Banyak ide, tetapi tidak bisa hanya dari kami saja, dibutuhkan juga dukungan PMI NTB dan pemerintah daerah," jelasnya.
Seyogyanya, PMI Kota Mataram menurutnya harus ada di Kota Mataram. Begitu juga PMI Lombok Barat harusnya berada di wilayah Lombok Barat. Selain secara kewilayahan, ini juga akan memudahkan pelayanan bagi masyarakat yang ingin mendonorkan darahnya.
"Periode kedua ini akan kami usulkan lagi ke PMI NTB," ucapnya.
Saat ini ia mengaku tidak ada sekretariat resmi PMI Kota Mataram. Begitu juga honor atau gaji bagi para relawan. Ia mengaku ini memang organisasi sosial yang berangkat dari kesadaran para relawan. Namun ia berharap ke depan PMI Kota Mataram bisa menjadi lembaga yang memberi banyak manfaat kepada masyarakat kota maupun masyarakat NTB.
"Saya ingin kembali menjadikan anggota solid melaksanakan kegiatan sosial. Kolaborasi dengan RSUD Kota dan Provinsi NTB, PMR dan PMI Provinsi NTB," ujarnya.
Terpisah Kepala Markas PMI NTB Husni Ali HS mengatakan persoalan pengambilalihan Sekretariat PMI Lombok Barat menjadi PMI Kota Mataram harus ada koordinasi pimpinan daerah. Meskipun PMI NTB juga mendukung rencana ini.
"Harusnya memang kantor lembaga Lombok Barat yang ada di Kota Mataram juga ikut pindah ke Lombok Barat. Tetapi tidak bisa hanya dukungan PMI NTB, harus melibatkan kepala daerah. Tidak hanya bupati, wali kota tetapi juga gubernur. Termasuk dengan dewan dan instansi terkait karena ini juga berkaitan dengan aset," ungkapnya.
Keberadaan PMI Lombok Barat memang menurutnya harusnya ada di wilayah tersebut. Ini untuk memudahkan masyarakat Lombok Barat yang ingin mendonorkan darahnya. Ketika diminta oleh pihak RSUD Lombok Barat yang ada di Gerung, mereka tidak perlu jauh-jauh untuk melakukan donor ke Kota Mataram seandainya kantor PMI ada di wilayah tersebut.
"Itu juga yang memang kami harapkan. Makanya harus ada pembahasan komperhensif terkait hal ini. Silakan PMI Kota bisa bersurat ke PMI NTB dan kepala daerah. Termasuk ke gubernur," sarannya. (ton/r3)
Editor : Administrator