Rencana masuknya kapal pesiar di Gili Mas, menjadi kabar baik untuk sektor pariwisata. Jika jadi bersandar di November nanti, ini menjadi kedatangan perdana di masa pandemi covid. Setelah Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menutup pintu masuk internasional di sejumlah pelabuhan.
”Sekarang sudah bisa menerima kunjungan internasional di Pelabuhan Gili Mas,” ujarnya.
Pandemi covid yang melanda dunia, membuat pemerintah mengeluarkan kebijakan pembatasan aktivitas masyarakat. Termasuk membatasi kedatangan warga negara asing (WNA) ke Indonesia.
Saat aturan itu berlaku, Kemenhub hanya memperbolehkan kedatangan internasional di Pelabuhan Batam Center, Kepulauan Riau dan Pelabuhan Nunukan, Kalimantan Utara.
Kebijakan tersebut berdampak pada kedatangan kapal pesiar ke Pelabuhan Gili Mas di tahun 2021. Tercatat ada tujuh kapal pesiar akan berlabuh di Gili Mas selama rentang waktu Oktober hingga Desember.
Baharuddin mengatakan, seiring dengan melandainya pandemi covid, pemerintah pun mengubah kebijakannya. Sehingga kapal pesiar boleh kembali berlabuh di Gili Mas. ”Tentu ini kabar baik bagi dunia pariwisata di NTB,” tandasnya.
Sementara itu, Manajer Pelayanan Peti Kemas Deni Setiawan mengatakan, kapal pesiar yang akan masuk berasal dari Singapura. ”Ada lima kapal. Biasanya memang datang dari Singapura atau Australia,” katanya.
Deni menyebut, perwakilan dari perusahaan kapal pesiar rencananya akan datang ke Gili Mas. Melakukan peninjauan terkait kesiapan Pelindo dari sisi fasilitas hingga sarana infrastruktur di Pelabuhan Gili Mas.
”Insya Allah kami sudah siap. Fasilitas sudah oke. Tinggal nanti pemantapan kembali dari sisi SDM,” kata Deni. (dit/r5) Editor : Rury Anjas Andita