Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bantu Korban Longsor, Dinsos NTB Kirim 1,7 Ton Beras ke Lombok Utara

Rury Anjas Andita • Selasa, 18 Oktober 2022 | 10:30 WIB
BANTUAN: Ketua Bhayangkari Polsek Bolo Sumarni Muhtar saat menyerahkan bantun kepada korban kebakaran di Desa Renda kemarin
BANTUAN: Ketua Bhayangkari Polsek Bolo Sumarni Muhtar saat menyerahkan bantun kepada korban kebakaran di Desa Renda kemarin
MATARAM-Jalur menuju Lombok Utara via Senggigi yang sempat terputus akibat longsor pada Minggu (16/10) malam telah dinormalisasi. ”Hari ini (17/10) sudah bisa dilalui. Tadi malam (Dinas) PUPR turunkan alat berat untuk normalisasi jalur,” kata Sekda NTB Lalu Gita Ariadi.

Gita mengatakan, posko kebencanaan telah didirikan untuk merespons situasi terkini terkait bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah. Sehingga gerak penanganan bisa lebih cepat. Terutama dalam memberikan logistik bantuan bagi masyarakat yang terdampak.

”Koordinasi dengan BMKG juga dilakukan, agar informasi cuaca bisa terus dipantau untuk kewaspadaan,” ujarnya.

Bencana kembali datang di awal musim hujan. Sekda menyebutnya sebagai siklus tahunan. Provinsi NTB disebutnya menyimpan 11 dari 14 potensi kebencanaan. Seperti banjir, tanah longsor, hingga angin puting beliung yang kerap menimpa warga di masa musim hujan.

Kepala Dinsos NTB Ahsanul Khalik mengatakan, bencana menimpa warga di empat dusun di Desa Malam. Dari hasil assessment Tagana dan laporan kepala desa bantuan diberikan kepada sekitar 473 Kepala Keluarga (KK). ”Sudah kami dropping kemarin siang. Alhamdulillah diterima langsung masyarakat,” kata Khalik.

Bantuan yang diberikan dinsos berupa makanan siap saji sebanyak 200 paket; lauk pauk 200 paket; makanan anak 40 paket; peralatan dapur keluarga 50 paket; perlengkapan anak dan makanan masing-masing 50 paket; matras 40 unit; terpal 40 lembar yang digunakan untuk menutup atap rumah yang bocor. Ada juga tenda keluarga sebanyak 1 unit.

”Laporan yang masuk ada 1 KK rumahnya rusak berat, makanya diberikan tenda keluarga. Selain itu, ada beras juga sebanyak 1.702 kilogram untuk 7 hari ke depan,” jelasnya.

Mantan Kalak BPBD NTB itu mengatakan, masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan. Terhadap bencana hidrometeorologi yang berpotensi terjadi di akhir tahun ini. Imbauan ini tidak saja ditujukan pada masyarakat di daerah rawan bencana, tapi di seluruh wilayah NTB.

Masyarakat diimbau untuk bisa melakukan mitigasi dini secara mandiri. Dengan melihat kondisi alam. Misalnya, ketika terjadi hujan deras dan berlangsung lama, maka harus berpikir untuk melakukan langkah antisipasi atau penyelamatan dini.

”Kalau sudah seperti itu, disegerakan untuk mencari tempat yang aman,” imbau Khalik. (dit/r5) Editor : Rury Anjas Andita
#Dinsos NTB #Longsor #Bencana #Lombok Utara