Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Soal Kasus Covid XBB, Dikes NTB Luruskan Pernyataan Jubir Kemenkes

Rury Anjas Andita • Selasa, 25 Oktober 2022 | 08:00 WIB
dr H Lalu Hamzi Fikri. (DIDIT/LOMBOK POST)
dr H Lalu Hamzi Fikri. (DIDIT/LOMBOK POST)
MATARAM-Adanya pasien positif subvarian Omicron XBB1 yang baru pulang dari Lombok dibantah Dinas Kesehatan (Dikes) NTB. ”Sudah kami telusuri. Ada misinformasi di sana,” bantah Kepala Dikes NTB dr Lalu Hamzi Fikri.

Akhir pekan lalu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui juru bicaranya Mohammad Syahril mengumumkan kasus perdana subvarian Omicron XBB1 di Indonesia. Dengan pasien pertama seorang perempuan berinisial JK, 29 tahun.

JK merupakan warga Kota Surabaya, Jawa Timur. Syahril menyebut JK tertular XBB1 setelah pulang dari Lombok. Dia dinyatakan positif XBB dengan gejala batuk, pilek, dan demam. Setelah dinyatakan positif pada 26 September, JK melakukan isolasi dan sembuh pada 3 Oktober.

Kabar ini kemudian beredar luas di media. Dikes NTB lantas melakukan penelusuran. Berkoordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan Dikes Jawa Timur. Termasuk mengontak JK.

Fikri mengatakan, JK tidak menyebut secara jelas riwayat perjalanannya dari Provinsi NTB. Namun sebaliknya, dia mengaku sempat bepergian dan bekerja ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). ”Kami cek itu ke KKP. Dan memang tidak ada transit dari NTT ke NTB. Semua pesawat dari NTT itu ke Surabaya, tidak transit di NTB,” jelas Fikri.

Dalam data kasus covid di NTB, nama JK tidak ada dalam daftar mereka yang positif di Provinsi NTB dalam rentang waktu September hingga Oktober. ”Kami juga telusuri di data all new record, tidak ada pasien JK ini,” ujarnya.

Ia menyebut, tim surveilans tidak pernah mendapat notifikasi dari wilayah lain maupun kontak erat pasien tersebut di Provinsi NTB. Untuk menegaskan itu juga, tim telah mengkonfirmasi kepada pasien JK soal kepastian riwayat bepergiannya dari Lombok.

”Pernyataan dari JK, dia tidak ke Lombok. Itu yang perlu kami pegang,” tegas Fikri.

Menurut Fikri, penting bagi Pemprov NTB untuk meluruskan informasi yang beredar luas di masyarakat terkait pasien JK. Apalagi JK merupakan pasien pertama yang terpapar covid subvarian Omicron XBB di Indonesia.

Saat ini, kasus covid di Provinsi NTB masih dalam kondisi terkendali. Berada pada level 1. ”Kami tentunya tidak ingin isu-isu seperti ini berdampak buat NTB yang sedang bersiap menyambut event-event internasional,” tandasnya.

Asisten II Setda NTB dr Nurhandini Eka Dewi juga menyatakan hal senada. Jika pasien JK tertular covid XBB di NTB, sudah pasti datanya masuk dan dilakukan penelusuran kontak erat. ”Itu sudah jadi kewajiban kami untuk telusur kontak eratnya. Itu kalau memang benar ke Lombok, tapi ini kan tidak,” kata Eka. (dit/r5) Editor : Rury Anjas Andita
#dikes ntb #Virus Korona #Kemenkes #varian XBB #Covid-19