Pernyataan Kusnawan merespons rencana Pemda Lombok Utara yang akan memberlakukan kebijakan satu pintu ke tiga gili. Wisatawan yang datang dari Bali menggunakan kapal cepat, diminta untuk lebih dulu ke Pelabuhan Bangsal. Setelah itu melanjutkan penyeberangan menggunakan kapal publik ke tiga gili.
Menurutnya, kebijakan satu pintu menuju tiga gili harus dipertimbangkan. Lebih dari itu, Kusnawan menyebut pemda seharusnya fokus pada upaya recovery. Apalagi kondisi pariwisata di tiga gili belum benar-benar pulih setelah dihantam gempa dan pandemi covid. Bukan sebaliknya, mengeluarkan kebijakan yang berpotensi mengganggu stabilitas pariwisata.
”Kalau dari asosiasi kami berpikir recovery dulu. Kami ingin tamu sebanyak-banyaknya datang. Baru setelah itu mari bersama tata ulang,” ujarnya.
Saat ini, pihaknya tengah mengupayakan lama tinggal wisatawan di NTB. Dengan cara cross selling antar destinasi. Kolaborasi dengan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB. ”Kalau bisa dilakukan rutin, bisa menambah lama tinggal wisatawan. Setidaknya tamu itu tidak keluar dari NTB,” kata Kusnawan.
Kebijakan satu pintu menuju tiga gili rencananya diberlakukan permanen mulai 7 Januari 2023. ”Ini dari hasil rapat dengan Dinas Perhubungan,” kata Wakil Ketua Asosiasi Kapal Cepat Indonesia (Akacindo) Sugianto Setiawan.
Dari hasil rapat pada Jumat sore (23/12), kapal publik disiapkan sebanyak 36 unit dari total 60 unit kapal yang ada. Sugianto menyebut, tidak semua kapal publik layak untuk mengangkut wisatawan mancanegara menuju tiga gili.
Tersedianya alat keselamatan, menjadi faktor utama kapal publik dikatakan layak untuk menyeberangkan wisatawan ke tiga gili. Selain fasilitas, jumlah penumpang juga akan dibatasi, dari 40 orang menjadi maksimal 25 orang dalam satu kapal.
”Ini juga tidak boleh campur dengan penumpang lain yang bawa sayur maupun barang-barang lain,” ungkapnya.
Menurut Sugianto, penerapan sistem satu pintu harus dilakukan berdasarkan kajian matang. Sebab ini berkaitan erat dengan kenyamanan wisatawan mancanegara maupun domestik yang berlibur ke tiga gili.
”Jangan sampai tamu tidak nyaman terus kapok datang. Makanya kami harapkan pelayanan dari Koperasi Karya Bahari bagus, terutama dari sisi keselamatan,” tandas Sugianto. (dit/r5) Editor : Rury Anjas Andita