Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pemprov NTB Akan Suguhkan Atraksi Wisata Terbaik Selama MXGP

Rury Anjas Andita • Jumat, 14 April 2023 | 16:00 WIB
DAPAT DUA SLOT: Balapan MXGP di Indonesia untuk musim 2023 bakal digelar dua kali di Pulau Sumbawa dan Pulau Lombok. (Laman MXGP)
DAPAT DUA SLOT: Balapan MXGP di Indonesia untuk musim 2023 bakal digelar dua kali di Pulau Sumbawa dan Pulau Lombok. (Laman MXGP)
MATARAM-Gubernur NTB Zulkieflimansyah meminta Dinas Pariwisata (Dispar) untuk menghadirkan atraksi menarik. Yang bisa membuat betah pembalap Motocross Grand Prix (MXGP) selama berada di Lombok dan Sumbawa.

”Jangan sampai MXGP ada di sini, tapi pembalapnya malah liburan ke Bali atau ke Labuan Bajo,” kata Zul.

Provinsi NTB menjadi tuan rumah untuk dua seri MXGP. Masing-masing di Samota, Kabupaten Sumbawa pada 25 Juni dan eks Bandara Selaparang, Kota Mataram di 2 Juli. Zul memperkirakan ada ribuan orang, dari kru hingga pembalap MXGP, yang bakal datang meramaikan MXGP Samota dan MXGP Lombok.

Kata Zul, kru dan pembalap bukan hanya datang untuk ikut balapan saja. Tapi sekaligus berlibur. Sehingga penting bagi Dispar maupun penyedia pariwisata lainnya, untuk menghadirkan atraksi-atraksi menarik, yang sesuai keinginan para atlet dunia.

”Mereka ini bisa satu minggu lebih berada di NTB. Harus ada pertunjukan yang spesial,” tegas gubernur.

Zul berharap kedua event MXGP di NTB sukses. Meski dalam penyelenggaraannya tidak selalu mudah. Bahkan ia mengklaim panitia penyelenggara kerap tidak mendapat untung.

Meskipun begitu, lanjutnya, suksesnya penyelenggaraan event tidak bisa hanya dilihat dari untung rugi. Tapi kehadiran event internasional bisa memaksa terjadinya percepatan pembangunan. Menarik investor untuk menyediakan fasilitas berupa rumah sakit, hotel, hingga perumahan.

”Mungkin eventnya tidak untung. Tapi lihat eksternalnya, Samota sekarang sudah banyak sekali perubahan,” kata Zul.

Ia mengatakan, membangun daerah tidak bisa hanya mengandalkan APBD semata. Perlu ada pemicu lain, salah satunya melalui investasi, yang bisa masuk dengan suksesnya gelaran event internasional. Kondisi ini terlihat di Samota dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

”Akan ada kehidupan ekonomi baru. Sekarang di Samota itu ada perumahan banyak sekali,” ucapnya.

Menurut Zul, situasi serupa akan terjadi di sekitar Kota Mataram. Efek positif digelarnya MXGP di eks Bandara Selaparang, berpotensi dirasakan masyarakat di Kabupaten Lombok Utara dan Lombok Barat. ”Yang kena dampaknya tidak hanya Kota Matarma saja,” harap Zul.

Sementara itu, Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) NTB dr Lalu Herman Mahaputra mengatakan, ada beberapa venue yang ditawarkan IMI NTB ke Infront Moto Racing. Antara lain, Lantan dan Mandalika di Lombok Tengah serta eks Bandara Selaparang dan Tohpati di Kota Mataram. ”Masing-masing punya plus minusnya,” ujar Dokter Jack, sapaan karibnya.

Dari ketiga lokasi tersebut, MXGP berpotensi digelar di eks Bandara Selaparang. Peluangnya bahkan mencapai 99 persen. Hanya tinggal menunggu rilis resmi dari penyelenggara MXGP seri Indonesia, yakni SEG.

Jack mengatakan, IMI NTB telah menginventarisir seluruh sarana dan fasilitas di masing-masing venue. Dokumen tersebut kemudian diserahkan ke SEG, sehingga bisa dipertimbangkan mengenai pemilihan lokasi balapan MXGP Lombok.

”Kemungkinan besar di eks (bandara) Selaparang karena beberapa pertimbangan Infront,” ungkapnya.

Pembangunan sirkuit di eks Bandara Selaparang direncanakan dimulai setelah Ramadan. Karena masih menunggu desain tata letak sirkuit dari Infront. ”Habis bulan puasa ini baru mulai bangun,” tutur Jack. (dit/r5) Editor : Rury Anjas Andita
#pulau sumbawa #Atraksi Wisata #Pulau Lombok #MXGP