”Rencana kami resmikan pada 26 Juli mendatang. Bersamaan dengan Rakernas Ikatan Pustakawan Indonesia,” ungkap Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB Mahdi, Selasa (13/6).
Gedung layanan ini dibangun menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Perpustakaan Nasional sekitar Rp 14,2 miliar. Berdiri di atas lahan seluas 500 meter persegi. Anggaran pembangunan disediakan pemerintah pusat, sementara pemprov menyiapkan lahannya.
Mahdi mengatakan, pihaknya berencana menambah sejumlah sarana dan prasarana. Untuk melengkapi dan memudahkan pelayanan bagi masyarakat. ”Untuk TIK dan landscapenya itu butuh sekitar Rp 13 miliar. Nanti akan kami usulkan ke pemerintah pusat lagi,” ujarnya.
Gedung baru ini akan berkonsep pelayanan modern. Kata Mahdi, akan lebih banyak produk buku-buku digital yang bisa dengan mudah diakses masyarakat. Karena itu, untuk menunjang pelayanan digital ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan akan memperkuat sistem informasi dan teknologi (IT).
”Koleksi buku digital sudah ada, jumlah persisnya saya kurang hafal. Tapi ada sekitar puluhan ribu buku,” kata Mahdi.
Menurutnya, buku-buku digital akan semakin banyak diminati masyarakat. Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi yang turut mengubah gaya membaca. ”Sekarang banyak orang baca buku lewat handphonenya,” ungkapnya.
Peminjaman untuk buku digital bisa melalui elektronik deposit. Yang juga terhubung dengan koleksi dari Perpustakaan Nasional. ”File buku digital sudah ada, nanti masyarakat bisa sewa, kecuali buku yang berbayar,” jelas Mahdi.
Meski demikian, Mahdi menyebut pihaknya tetap memberikan layanan konvensional. Berupa peminjaman fisik buku untuk masyarakat. Juga layanan baca di tempat untuk masyarakat, serta sosialisasi baca buku untuk anak-anak.
”Masih banyak juga masyarakat yang butuh fisik buku untuk membaca,” katanya.
Kata Mahdi, perpustakaan tetap mengupayakan akselerasi pembangunan SDM di Provinsi NTB. Dengan terus menekankan pengembangan pada aspek budaya membaca. Untuk itu, diperlukan gedung yang representatif, agar tercipta suasana yang nyaman dan hangat ketika membaca.
”Termasuk dengan koleksi bacaaan itu akan kami usahakan untuk terus dilengkapi,” tandasnya. (dit/r5) Editor : Rury Anjas Andita