Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tahun Ini, Sudah 23 Ton Vanili Organik NTB Dipesan Buyer Amerika

Rury Anjas Andita • Sabtu, 24 Juni 2023 | 16:00 WIB
Baiq Nelly Kusumawati
Baiq Nelly Kusumawati
MATARAM-Vanili organik kering dari Lombok menjadi komoditas pertanian yang diminati pembeli dari luar negeri. ”Tahun ini saja buyer dari Amerika Serikat sudah minta 23 ton dari petani di NTB,” kata Kepala Dinas Perdagangan Baiq Nelly Yuniarti.

Nelly mengungkapkan, pembeli dari Amerika Serikat sangat berminat pada vanili organik kering. Dianggap memiliki kualitas terbaik. ”Dari 23 ton itu, sudah ada sebagian yang telah di ekspor,” ujarnya.

Vanili organik sejauh ini diproduksi petani yang menjalin mitra dengan UD Rempah Organik Lombok. Muhir, selaku pemilik usaha, memberdayakan petani dari Sajang, Lombok Timur dan Bayan di Lombok Utara.

Perusahaan ini juga, kata Nelly, yang selama ini menjalin kerja sama bisnis dengan pembeli dari Amerika Serikat. ”Banyak permintaan yang harus dipenuhi. Tentu yang diminta itu vanili organik, bukan yang biasa. Walaupun produksinya saat ini masih terbatas,” jelas Nelly.

Katanya, tingginya permintaan dari buyer luar negeri, menjadi kesempatan bagi petani di NTB. Untuk bisa menanam vanili organik lebih banyak. Dengan catatan, harus tetap mendapatkan pendampingan, agar produksi vanilinya sesuai dengan kualitas yang diinginkan pembeli luar negeri.

”Butuh sinergi dan kerja kolaborasi. Supaya ada peningkatan produksi, sehingga bisa memenuhi kebutuhan pasar luar negeri,” tandas Nelly.

Ekspor vanili organik dilakukan pada awal Juni lalu. Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Mataram Arinaung mengatakan, pihaknya terus mendorong peningkatan produksi vanili di NTB. ”Salah satunya dengan pendampingan petani tentang budidaya, penanganan pascapanen. NTB ini luas untuk penanaman vanili,” katanya.

Sejak tahun 2020, pihaknya tergabung dalam tim genjot ekspor. Di lapangan, koordinasi dan komunikasi terus dijalankan. ”Kami tidak ada sekat-sekat harus birokrasi, kapan saja komunikasi untuk memikirkan teman petani kami bisa lakukan,” tuturnya.

Sejumlah masalah yang disorot semisal dari kelembagaan petani, produksi, penanganan penyakit, pengolahan pascapanen, termasuk pasar. Itu semua sudah diidentifikasi. ”Menyelesaikan masalah ini kami duduk bersama,” terangnya.

Kualitas vanili NTB tergolong sangat bagus. Iklim di sini sangat kondusif dan menunjang perkembangan vanili tersebut. Walaupun demikian, produksi vanili masih rendah di NTB. Hasilnya tahun 2020 ekspor vanili kering 1,4 ton, tahun 2021 ekspor vanili kering meningkat menjadi 2,45 ton. Pada tahun 2022 meningkat lagi menjadi 3,5 ton. ”Tahun 2023 diperkirakan antara 7-8 ton vanili kering akan ekspor,” jelasnya. (dit/r5) Editor : Rury Anjas Andita
#Disdag NTB #vanili organik #ekspor