“Pendidikan bintara Polri bertujuan untuk mencetak polisi yang berintegritas, profesional, dan proporsional,” kata kapolda dalam sambutannya.
Ada 254 siswa (calon polisi baru) yang mengikuti diktuk bintara Polri di SPN Polda NTB. Sebelumnya mereka telah melewati seleksi yang ketat.
Pembukaan diktuk ditandai penyematan tanda siswa secara simbolis. Kapolda bersama istri dan Kepala SPN bersama istri juga menyiram air bunga kepada dua perwakilan siswa.
Hadir mendampingi kapolda dalam upacara pembukaan itu Irwasda dan Kabidhumas serta beberapa pejabat utama Polda NTB.
Pada kesempatan itu, kapolda menyampaikan pentingnya hubungan antara peserta didik dan pendidik. Termasuk hubungan dengan instruktur yang bertanggung jawab di bawah komando pengendalian kepala SPN. “Saya menuntut mereka harus menjadi pelindung, pelayan, dan pengayom masyarakat dalam rangka menjaga harkat dan martabat bangsa,” kata jenderal polisi bintang dua ini.
Dikatakan, diktuk bintara gelombang II lebih difokuskan pada latihan-latihan praktik. Sehingga para siswa dapat memahami situasi di lapangan secara mendalam. “Jaga kesehatan selama pendidikan berlangsung, mengingat latihan tersebut membutuhkan fisik dan mental yang kuat,” pesan orang nomor satu di jajaran kepolisian NTB itu.
Sementara itu Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri dalam sambutannya yang dibacakan kapolda NTB memberikan ucapan selamat kepada para siswa yang menjadi bagian diktuk bintara dan tamtama Polri gelombang II tahun 2023.
Dikatakan, dalam lima bulan ke depan para siswa akan menimba ilmu dan keterampilan di SPN untuk menjadi Insan Tribrata yang profesional, bermoral, dan berintegritas tinggi. Karena itu para sisiwa didorong untuk memanfaatkan kesempatan selama di Lemdiklat sebaik-baiknya dan terus berusaha dengan sungguh-sungguh.
“Upacara pembukaan ini menjadi tonggak awal bagi perjalanan panjang para peserta didik dalam meniti karir sebagai anggota Polri yang berdedikasi, untuk melayani dan melindungi masyarakat,” katanya. (arl/r1) Editor : Administrator