”Semua akses digitalisasi harus diwujudkan ke seluruh masyarakat, tanpa terkecuali,” tegas Menteri Arie saat berkunjung ke Desa Buwun Mas, Sekotong, Lombok Barat, Rabu (26/7).
Arie mengatakan, pembangunan infrastruktur digital dilakukan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Termasuk juga akses layanan publik pemerintah, pendidikan, dan kesehatan yang lebih mudah. Terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah tertinggal, terdepan, dan terpencil.
Kedatangan Menteri Arie ke Buwun Mas, untuk mengecek infrastruktur Base Transceiver Station (BTS) 4G. ”Tujuan utama pembangunan BTS ini meningkatkan akses internet. Terutama bagi daerah yang kesulitan dalam mendapatkan layanan internet,” jelasnya.
Menurutnya, pembangunan BTS merupakan upaya nyata, sekaligus keseriusan pemerintah dalam pemerataan infrastruktur digital. Akses internet yang baik, memudahkan masyarakat mengakses seluruh pelayanan dari pemerintah, mulai kesehatan hingga pendidikan.
BTS di Buwun Mas, disebut Arie bisa terjangkau sinyalnya paling jauh dalam radius 5 kilometer. Tower telekomunikasi ini nantinya akan ditingkatkan kapasitasnya, sehingga bisa digunakan untuk melayani kebutuhan masyarakat lebih luas lagi. ”Pokoknya semua sinyal di daerah 3T, harus kami wujudkan,” kata Arie.
Dengan infrastruktur digital yang baik, anak-anak di daerah 3T tidak akan ketinggalan informasi. Digitalisasi ini membuka peluang dalam mengakses informasi lebih cepat.
Selain itu, Arie juga menyebut ada sekitar 1.200 puskesmas di Indonesia yang belum memiliki akses internet. Kondisi ini segera direspons pihaknya, sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat semakin baik.
”Saya baru dapat informasi itu dari Menkes. Ada 1.200 puskesmas belum ada akses internet. Bisa jadi salah satunya ada juga di NTB,” sebutnya.
Ia menegaskan, proyek pembangunan BTS 4G tidak boleh terbengkalai. Adapun yang saat ini mandek, akan dilakukan percepatan untuk bisa segera berfungsi, termasuk yang di wilayah Buwun Mas.
”Towernya sudah berdiri, siap berfungsi. Tinggal kami rapikan beberapa hal, seperti perjanjian dengan operator selular. 17 Agustus nanti, bisa digunakan melayani masyarakat,” kata Arie berjanji.
Sementara itu, Gubernur NTB Zulkieflimansyah meyakini apa yang dijanjikan Menteri Arie bakal direalisasikan. Apalagi Zul mengetahui rekam jejak Arie, sebelum menjabat Menkominfo, yang kerap membina dan membela masyarakat kecil.
”Menteri Arie sahabat saya. Saya minta, BTS 4G bisa segera aktif. Sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” kata Zul.
Di Provinsi NTB, masih terdapat wilayah yang mengalami blank spot. Berdasarkan data tahun lalu, terdapat 34 titik blank spot di NTB. Tersebar di Kabupaten Lombok Utara (KLU) pada sembilan titik; di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) ada dua titik; Kabupaten Sumbawa lima titik; Kabupaten Dompu 10 titik; dan Kabupaten Bima delapan titik.
Adapun untuk lemah sinyal, berada di 69 lokasi. Antara lain, Kabupaten Lombok Barat (Lobar) lima titik; Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) 16 titik; Kabupaten Lombok Timur (Lotim) 17 titik; KSB delapan titik; Kabupaten Sumbawa delapan titik; Dompu dua titik; dan Kabupaten Bima tujuh titik.
Data blank spot dan lemah sinyal tersebut merupakan sinkronisasi bersama kabupaten/kota dan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Kominfo. Juga provider telekomunikasi yang ada di NTB.
Hingga saat ini terdapat 55 BTS yang tersebar d seluruh NTB. Bakti sendiri telah merencanakan untuk membangun BTS tambahan sejumlah 35 unit dengan layanan jaringan internet 4G. (dit/r5) Editor : Rury Anjas Andita