Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pembalap Jepang Haruki Naguchi Meninggal Dunia setelah Dirawat 3 Hari di RSUD NTB

Administrator • Kamis, 17 Agustus 2023 | 12:45 WIB
Pembalap asal Jepang Haruki Nogichi saat menjajal di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, belum lama ini. Foto: Istimewa.
Pembalap asal Jepang Haruki Nogichi saat menjajal di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, belum lama ini. Foto: Istimewa.
MATARAM-Kabar duka datang dari dunia balap motor. Pembalap asal Jepang Haruki Noguchi meninggal dunia dalam perawatan intensif selama tiga hari di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB.

Naguchi dirawat setelah mengalami kecelakaan serius saat balapan pada ajang kelas Asia Super Bike 1000 cc (ASB1000) Asian Road Racing Championhsip (ARRC) 2023 race kedua, yang dihelat di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Minggu (13/8).

Photo
Photo
Dua orang marshall berbaju oranye menunjukkan sisa waktu balapan pada ajang ARRC Mandalika 2023 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, belum lama ini. Foto: Dewi/Lombok Post

Pembalap muda yang membela tim SDG MS Harc-Pro Honda itu mengalami insiden dengan pembalap asal Malaysia Muhammad Zaqhwan Bin Zaidi dari tim Honda Asia-Dream Racing. Setelah berjuang selama tiga hari di rumah sakit, Noguchi menghembuskan napas terakhirnya pada Rabu (16/8) pukul 17.40 Wita.

"Untuk menghormati keluarga Haruki Noguchi dan tim, yang telah meminta waktu privasi untuk meratapi kehilangan mereka. Dengan sangat sedih, kami melaporkan berita duka atas meninggalnya Haruki Noguchi setelah tiga hari menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum, NTB," tulis keterangan pers FIM ASIA.

Direktur RSUD Provinsi NTB dr Lalu Herman Mahaputra turut berduka cita atas meninggalnya Haruki Noguchi. “Saya selaku direktur RSUP NTB turut berbela sungkawa atas meninggalnya Haruki,” terangnya, saat ditemui terpisah.

Pihaknya telah berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan pertolongan sejak awal. Pihak rumah sakit bahkan menyiapkan sejumlah dokter spesialis, sebagai upaya penyelamatan sang pembalap.

“Ada spesialis emergensi, anastesi, bedah saraf, radiologi dan yang lainnya itu kita kerahkan,” jelas pria yang juga ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) NTB ini.

Namun, karena trauma kepala berat akibat hantaman yang sangat parah, mengakibatkan nyawa sang pembalap tidak tertolong. “Pusat kehidupan kita kan ada di otak, jadi sangat keras benturannya, sehingga menyebabkan Haruki meninggal dunia,” tandasnya. (yun/r1) Editor : Administrator
#Meninggal #RSUD NTB #Haruki Naguchi #Mandalika