Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Drama di Pelantikan Penjabat Sekda NTB, Pj Gubernur Usir Karo AP Lalu Abdul Wahid dari Ruangan

Yuyun Kutari • Jumat, 6 Oktober 2023 | 22:43 WIB

DRAMA PELANTIKAN: Suasana pengusiran Kepala Biro AP Setda NTB Lalu Abdul Wahid di sela-sela acara pelantikan Pj Sekda NTB, di gedung Sangkareang Komplek Kantor Gubernur NTB, Kamis (5/10).
DRAMA PELANTIKAN: Suasana pengusiran Kepala Biro AP Setda NTB Lalu Abdul Wahid di sela-sela acara pelantikan Pj Sekda NTB, di gedung Sangkareang Komplek Kantor Gubernur NTB, Kamis (5/10).
LombokPost--Pelantikan Pj Sekda NTB yang berlangsung di gedung Sangkareang komplek Kantor Gubernur NTB, Kamis (5/10), diwarnai drama. Lalu Abdul Wahid selaku Kepala Biro Administrasi dan Pembangunan (AP) Setda NTB diminta meninggalkan ruangan. Perintah ini dilontarkan langsung Pj Gubernur NTB Lalu Gita Ariadi.

Pantauan koran ini, acara pelantikan Asisten I H Fathurrahman sebagai Pj Sekda NTB dimulai pukul 14.30 Wita. Seluruh tamu undangan telah memenuhi kursi di ruangan tersebut untuk mengikuti prosesi jalannya pelantikan. Setelahnya, tepat pukul 15:34 Wita, pengambilan sumpah jabatan dilakukan Pj Gubernur NTB. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan sekaligus arahan pimpinan.

Pada saat Gita naik ke podium dan mengucapkan salam, Lalu Abdul Wahid tiba-tiba masuk dan berjalan menuju tempat duduk di bagian depan. Melihat itu, Gita terheran dan langsung menanyakan kepada yang bersangkutan.

”Ini kok terlambat ini? Kenapa terlambat?” tanya Gita dengan nada kesal.

Setelah itu, Gita langsung meminta Abdul Wahid untuk keluar sambil memanggil petugas Pol PP. Perintah kepada petugas Pol PP bahkan diserukan Gita hingga tiga kali. ”Pol PP coba keluarkan. Acara sudah mulai, coba keluar dulu. Pol PP keluarkan,” kata Gita terlihat menahan amarah.

Ketika perintah Pj Gubernur NTB agar meninggalkan ruangan, Lalu Abdul Wahid menolak. Sempat bernegosiasi dengan petugas Satpol PP yang mendekat ke tempat duduknya. Terlihat juga Kepala Satpol PP NTB Subhan Hasan bersama Kepala DPMPD Dukcapil NTB Ahmad Nur Aulia memberikan pengertian.

Disinggung mengenai tindakannya tersebut, Miq Gita enggan berkomentar. ”Tanyakan saja ke sekda, dan itu juga tidak terlalu penting,” ujarnya.

Ia meminta media untuk fokus saja pada arahan yang disampaikan pada saat pelantikan Pj Sekda NTB. ”Itu saja fokusnya, itu daging semua, udah ya,” terangnya sambil lalu.

Atas kejadian tersebut, Kepala Biro AP Setda NTB Lalu Abdul Wahid mengucapkan permintaan maaf. ”Saya minta maaf atas ketidaknyamanan pada acara tadi,” ujarnya.

Ia memaklumi tindakan yang dilakukan sang pimpinan kepadanya. ”Saya maklumi mungkin pj gub sedang capek dan banyak pikiran, sehingga sikap beliau agak aneh saja,” terangnya.

Ditanya soal apa alasannya terlambat mengikuti rangkaian acara pelantikan, ia hanya menjawab ada urusan keluarga. ”Saya menyelesaikan kewajiban sebagai seorang ayah, jemput anak pulang sekolah. Maaf,” tandasnya melalui layanan pesan singkat Whatsapp.

Penyehatan APBD dan Normalisasi Birokrasi

Terlepas dari drama pengusiran Karo AP Lalu Abdul Wahid, pelantikan Pj Sekda NTB berjalan lancar. Pj Gubernur NTB Lalu Gita Ariadi mengatakan, penunjukan Fathurrahman telah melalui proses dan mekanisme sesuai regulasi yang berlaku.

Dengan hadirnya Pj Sekda NTB, diharapkan roda pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, dan kemasyarakatan dapat segera dan terus dilakukan akselerasi. ”Ini seperti yang sudah saya tegaskan sebelumnya dan harus menjadi perhatian,” kata pria yang akrab disapa Miq Gita ini.

Di kesempatan itu, ia turut menjawab pertanyaan awak media tentang apa istimewanya seorang H Fathurrahman, yang banyak dilontarkan kepadanya saat nama tersebut mendapatkan persetujuan Mendagri. ”Bagi saya pejabat pemprov kelasnya semuanya istimewa dan memiliki kompetensi yang mumpuni,” jelasnya.

Karenanya, banyak PR yang lebih spesifik dan segera dilaksanakan Pj Sekda NTB. Secepat mungkin melakukan penyehatan kondisi keuangan, normalisasi tata kelola birokrasi, menyiapkan proses Pilkada serentak 2024, turut memastikan kesuksesan MotoGP Mandalika 2023, melakukan stabilisasi ekonomi dengan tetap mengoptimalisasi peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk memastikan kebutuhan bahan pokok masyarakat dengan harga yang terjangkau.

”Ini adalah sebuah keniscayaan yang harus kita lakukan bersama, saya sebagai pj gubernur, kemudian pj sekda, dan semua kepala OPD harus tetap dalam koordinasi dan kolaborasi yang baik,” tegasnya.

Tugas lainnya, sebagai ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Pj Sekda NTB agar segera melakukan konsolidasi. Targetnya, penyehatan APBD, dan menyusun konsep normalisasi tata kelola birokrasi bersama Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB.

”Reward and punishment berlaku, bagi yang menunjukkan kinerjanya berhak untuk mendapatkan promosi sebagaimana mestinya, dan punishment diberikan kepada mereka yang melakukan tindakan indisipliner dan maladministrasi,” jelasnya.

Terlepas dari itu semua, besar keinginannya, kebersamaan tetap terjalin dan selalu ada antar kepala OPD. ”Kita ingin sama-sama maju dan kita berhikmat untuk membuat karya dan prestasi-prestasi terbaik,” ujar Miq Gita.

Ia terus mendorong semangat seluruh kepala OPD. Mengedepankan pelayanan prima kepada masyarakat, bekerja dengan baik, ukir prestasi, tunjukkan dedikasi dan loyalitas serta menjaga nama baik dan integritas.

Sementara itu, Pj Sekda NTB H Fathurrahman mengatakan, apa yang menjadi arahan Pj Gubernur NTB akan menjadi catatan baginya, dan dengan tugas dan tanggung jawab baru tersebut, ia berjanji akan menjalaninya dengan sebaik mungkin.

”Ini tentu harus melalui koordinasi awal mengenai apa yang akan kita laksanakan sesuai arahan bapak Pj gubernur, yang pastinya segera kita susun formulasinya,” tegasnya. (yun/r11)

Editor : Redaksi Lombok Post
#Sekda NTB #Pj Gubernur NTB #Lalu Gita Ariadi