Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Waspada Heat Stroke saat Nonton MotoGP Mandalika, Bawa Topi dan Penyemprot Air

Sanchia Vaneka • Kamis, 12 Oktober 2023 | 22:58 WIB

SERU: Ribuan penonton saat menyaksikan event balap WSBK, November 2021 lalu. Besarnya animo penonton diharapkan kembali terjadi selama MotoGP, Maret mendatang. (DOK/LOMBOK POST)
SERU: Ribuan penonton saat menyaksikan event balap WSBK, November 2021 lalu. Besarnya animo penonton diharapkan kembali terjadi selama MotoGP, Maret mendatang. (DOK/LOMBOK POST)
LombokPost--Perhelatan MotoGP Mandalika 2023 yang berlangsung pada 13-15 Oktober disebut berada dalam puncak musim kemarau. Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB dr HL Hamzi Fikri menjelaskan, karena pelaksanaan balapan bertepatan dengan musim kemarau, risiko kesehatan yang disebabkan cuaca panas dapat terjadi. Salah satunya adalah Heat Stroke.

”Heat stroke atau yang kita katakan sengatan panas ini, merupakan kondisi paling berat pada tubuh akibat cuaca panas. Karena tubuh tidak dapat mengontrol suhu badan,” terangnya, pada Lombok Post, kemarin (11/10).

Kondisi heat stroke ditandai dengan suhu badan yang meningkat dengan cepat hingga 41 derajat celcius dalam 10-15 menit. Saat itu tubuh sudah tidak dapat mengeluarkan keringat.

Tanda pertama yang dialami saat terkena heat stroke adalah heat exhausted. Ditandai dengan rasa sakit kepala, keringat berlebihan, kulit terlihat pucat, lembap dan terasa dingin. Nafas cepat, mual, nyeri otot, dan penurunan tekanan darah atau hipotensi.

Namun, situasi ini dapat diatasi dengan minum air yang cukup, mengganti elektrolit yang hilang, menyemprot tubuh dengan air dan beristirahat setidaknya 30 menit.

”Jadi heat stroke dapat dicegah dengan menghindari terkena sinar matahari langsung, misalnya kalau nonton yang di outdoor, kami menyarankan agar penonton harus menggunakan pelindung seperti topi, kalau payung kan nggak bisa, jadi setidaknya memakai topi,” tegas mantan direktur utama RSUP NTB ini.

Dirinya juga mengingatkan, gunakan krim pelindung kulit, gunakan kacamata hitam untuk melindungi mata dari paparan sinar ultraviolet. Bila perlu sediakan semprotan menggunakan water spray untuk menyemprot air ke bagian tubuh atau kulit yang terkena sinar matahari langsung.

Selanjutnya, gunakan pakaian berbahan sejuk, jangan lupa sediakan air minum terutama air putih. Lebih baik lagi jika air dicampur dengan elektrolit sebagai pengganti mineral yang hilang selama beraktivitas di bawah matahari.

Apalagi, mengacu data BMKG Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) Lombok, suhu udara saat digelarnya MotoGP Mandalika mencapai 34 derajat celcius. Rinciannya, Jumat 24-34 derajat celcius, sementara Sabtu dan Minggu berkisar 24-33 derajat celcius.

”Ini perlu menjadi perhatian ya karena cuaca panas dapat menyebabkan munculnya berbagai potensi penyakit yang dapat menyerang tubuh kita, jadi sebelum menonton, lakukan persiapan yang baik dan benar,” tandas kepala dinas.

Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi NTB, Cakra Mahasurya Atmojo Pamungkas mengatakan, pada dasarian II Oktober yakni 11-20 Oktober, diperkirakan peluang terjadinya hujan sangat rendah. Diperkirakan curah hujan dengan intensitas >20 mm/dasarian memiliki probabilitas kejadian <10 persen yang merata di seluruh wilayah NTB kecuali di sebagian wilayah Kota Mataram dan Lombok Barat memiliki probabilitas 10-20 persen. (yun/cr-chi/r11)

Editor : Redaksi Lombok Post
#kemarau #MotoGP Mandalika #musim panas #heatstroke #Lombok