LombokPost - Penjabat Gubernur NTB Drs H Lalu Gita Ariadi, M.Si menegaskan, pemerintah akan selalu hadir di tengah masyarakat untuk menebar kebaikan sekaligus mendengarkan persoalan masyarakat.
“Apapun masalah yang dihadapi masyarakat, pemerintah akan terus berikhtiar melalui berbagai kebijakan agar persoalan masyarakat bisa terselesaikan. Inilah salah satu tujuan program Jumat Salam yang dilakukan Pemprov NTB,” kata Miq Gite saat meninjau Ekowisata Bale Mangrove, Jerowaru, Lombok Timur.
Bersama Pj Bupati Lombok Timur HM Juaini Taofik, pimpinan Forkopimda, dan sejumlah kepala OPD Pemprov NTB, Miq Gite menggelar Jumat Salam di Destinasi Wisata Bale Mangrove, Dusun Poton Bako, Desa Jerowaru, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur.
Menurut Miq Gite, setiap program Jumat Salam yang digencarkan Pemprov NTB selalu mendapatkan berbagai macam masukan dari masyarakat. Hal tersebut menjadi salah satu bahan dalam pengambilan kebijakan program yang dilakukan pemerintah.
"Keluhan masyarakat pada tiap kunjungan kita ke desa-desa di NTB harus diserap dan dipahami. Kemudian terapkan solusinya agar sinergis dengan stakeholders terkait," katanya.
Di sisi lain, saat turun ke desa justru pemerintah lebih banyak mendapatkan informasi baik yang ada di desa. Begitu banyak desa yang menyimpan beragam potensi dan informasi yang inspiratif. Seperti potensi sumber daya alam, mulai dari pertanian, laut, maupun wisata.
“Informasi potensi desa sangat menginspirasi. Ini harus terus disebarluaskan sehingga akan bisa menangkal informasi hoaks yang begitu mudah diterima masyarakat melalui media sosial,” katanya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Miq Gite juga berpesan agar masyarakat tetap menjaga persaudaraan dan kesatuan. Mengingat sebentar lagi akan ada pesta demokrasi baik pemilihan presiden, pemilihan legislatif, dan pemilihan kepala daerah.
Penjabat Bupati Lombok Timur Drs HM Juaini Taofik, M.AP mengatakan, Pemkab Lotim akan selalu mendukung program yang dijalankan Pemprov NTB. Salah satunya Jumat Salam yang yang digelar di desa.
"Kami Pemkab Lombok Timur senantiasa mendukung dan terus melakukan kolaborasi dengan Pemprov NTB, guna memujudkan NTB Maju Melaju," jelasnya.
Ragam Kegiatan
Program Jumat Salam di Kabupaten Lombok Timur diisi dengan berbagai kegiatan. Salah satunya penyerahkan bantuan air bersih kepada masyarakat Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru.
Miq Gite mengatakan, musim kemarau panjang yang melanda hampir seluruh wilayah NTB menyebabkan masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih. Karena itu, pemerintah hadir dengan solusi jangka pendek, yakni penyaluran air bersih.
"Mudah-mudahan penyaluran air bersih dapat membantu dan meringankan masyarakat selama kemarau melanda," katanya.
Untuk program jangka panjang, Pemprov NTB bersama Pemkab Lotim akan mencari solusi terbaik agar ke depan masalah yang dihadapi masyarakat, yakni kekurangan air bersih bisa diatasi.
Selain itu, program Jumat Salam juga diisi dengan operasi pasar murah dan bazar UMKM. Kegiatan yang digelar Pemprov NTB bersama Pemkab Lombok Timur itu bertujuan memudahkan masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Masyarakat juga mendapatkan bibit mangga secara gratis yang dikoordinir Pemerintah Desa Sekaroh. Harapannya bibit tersebut ditanam masyarakat sebagai bentuk penghijauan.
Selain itu, program Jumat Salam juga diisi kegiatan tanam mangrove di Destinasi Wisata Bale Mangrove, Dusun Poton Bako, Desa Jerowaru. Wilayah tersebut kini sudah menjelma menjadi Desa Wisata yang sangat potensial.
Miq Gite sangat mengapresiasi perkembangan Desa Wisata Bale Mangrove. Hal ini menjadi salah satu bukti keberhasilan program Desa Wisata yang dilakukan Pemprov NTB.
“Jika dikelola dengan baik, Desa Wisata Bale Mangrove ini akan menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat desa setempat,” kata Miq Gite di sela-sela menanam bibit mangrove.
Miq Gite didampingi Hj Lale Prayatni Gita Ariadi menyempatkan berkeliling area Ekowisata Bale Mangrove yang dirangkaikan dengan kegiatan penanaman Pohon Mangrove bersama kepala OPD lingkup Pemprov NTB dan Pemkab Lombok Timur.
Ketua Pokdarwis Ekowisata Bale Mangrove, Dusun Poton Bako, Jerowaru, Lukmanul Hakim mengatakan, pengembangan desa wisata mengalami kemajuan cukup pesat. Hal ini setelah mendapatkan dukungan dari Pemkab Lotim, Pemprov NTB, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta pihak PLN.
“Kita menyediakan event dan paket wisata, serta menyisipkan edukasi tentang mangrove bagi pengunjung. Di antaranya penanaman mangrove, tour kawasan, camping ground, hingga kunjungan ke sentra lobster dan produk UKM seperti kopi mangrove buatan warga desa,” katanya.
Masih dalam rangkaian program Jumat Salam, Kepala Dinas Kominfotik NTB Dr Najamuddin Amy, SSos, MM bersilaturahmi dengan warga Desa Surabaya, Kecamatan Sakra Timur, Lombok Timur.
Kepada jamaah salat jumat Masjid Attaqwa, Doktor Najam menguraikan makna filosofis dari program Jumat Salam Pemprov NTB yakni dalam rangka menjalin silaturahmi dengan masyarakat.
"Edisi ketiga di Lotim ini kami hadir di tiga kecamatan. Selain bersilaturahmi dengan salam kedamaian, kesejahteraan dan kenyamanan, Pemprov NTB juga ingin hadir menuntaskan beragam persoalan di desa," jelasnya.
Ditambahkan, perkembangan teknologi saat ini terlebih pesatnya media sosial dapat menjerumuskan penggunanya. Karena itu, masyarakat harus selalu bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi.
Doktor Najam juga berharap warga Desa Surabaya dapat memelihara kenyamanan dan persatuan menjelang tahun politik 2024. “Bijaklah dalam bermedia sosial, apalagi di tahun politik. Perbedaan pilihan tidak menyebabkan persaudaraan menjadi terbelah,” katanya.
Dinas Kominfotik NTB juga silaturahmi ke Poliklinik Desa Surabaya, khususnya melihat layanan kesehatan. "Alhamdulillah, semua kelahiran tetap dapat kami tangani dengan keterbatasan sarana dan fasilitas. Rata rata delapan kelahiran per bulan,” kata Waisna, 35 tahun tahun, Bidan Desa Surabaya, Kecamatan Sakra Timur.
Menurut Waisna, secara umum kelahiran normal dapat ditangani di polindes. Beberapa kasus kehamilan terjadi karena pernikahan dini maupun usia tua. “Fasilitas polindes cukup memadai, termasuk memiliki ambulans desa. Namun secara umum, masyarakat masih belum sepenuhnya memanfaatkan layanan pemeriksaan. Hal ini memicu kasus anemia dan kekurangan gizi ibu hamil,” katanya. (lil)