LombokPost-Sepanjang Tahun 2023, Kantor Bahasa NTB terus berusaha mengembangkan diri melalui inovasi, dari sisi kelembagaan maupun pelayanan kepada masyarakat. “Untuk menghadapi era digitalisasi yang terus berkembang, setiap lembaga diharapkan terus melakukan perbaikan dan mengikuti perkembangan zaman, termasuk kami,” terang Kepala Kantor Bahasa NTB Puji Retno Hardiningtyas, Senin (11/12).
Sebagai komitmen keberlanjutan inovasi yang telah dilakukan di tahun lalu, maka tahun ini Kantor Bahasa NTB kembali melahirkan inovasi kelembagaan guna mendukung visi dan misi, serta tugas dan fungsinya.
“Kami tahun ini telah menghadirkan 11 inovasi, berupa inovasi pola kerja, penggunaan efektif media digital, dan inovasi yang dilakukan dengan berkolaborasi bersama mitra kerja kami,” terangnya.
Adapun 11 inovasi tersebut; Mandalika-Beraga. Mandalika-IPOS. Mandalika-BISA (Berbagai Ilmu untuk Siapa Saja). Mandalika-BIKA (Berbagi Info Keuangan). Mandalika-MARI (Mitigasi Risiko). Mandalika-Udara (Unit Layanan Terpadu Daring Bermanfaat). Mandalika-BUMI (BIPA Untuk Masyarakat Inovatif), dan Mandalika-Dewisali (Desa Wisata Literasi).
Berikutnya, Ceria Bindo (Cerita Anak Bahasa Indonesia). Ceria Sasambo (Cerita Anak Bahasa Sasak, Samawa, dan Mbojo). Terakhir, Ceria Braille (Cerita Anak Aksara Braille).
Selain inovasi, Kantor Bahasa NTB juga mendapatkan sejumlah prestasi atau penghargaan selama tahun 2023 ini. Semuanya diberikan oleh Kemendikbudristek, Badan Bahasa maupun dari instasi mitra kerja. Ia mengungkapkan, Agustus lalu, Kantor Bahasa NTB memperoleh penghargaan sebagai Satuan Kerja Terbaik II Kategori Realisasi Anggaran per Triwulan III Tahun 2023 di lingkungan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
Bulan ini, Kantor Bahasa NTB mendapatkan penghargaan sebagai Satuan Kerja Berprestasi Terbaik III oleh Inspektorat Jenderal Kemendikbudristek. “Prestasi atau penghargaan tersebut merupakan bukti nyata komitmen kami, dalam meningkatkan pelayanan serta tugas dan fungsinya secara efektif dan berkelanjutan, baik dalam hal kelembagaan maupun inovasi layanan kepada masyarakat luas,” kata wanita bergelar doktor tersebut.
Di samping itu, selama tahun 2023, Kantor Bahasa NTB telah berhasil meraih sejumlah capaian. Program yang dilaksanakan didasarkan pada tiga program prioritas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa yang terdapat dalam model kelompok kerja, yaitu Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional (KKLP).
Sebanyak tujuh KKLP di Kantor Bahasa NTB. Di awali, KKLP Perkamusan. Capaian pengembangan perkamusan dan peristilahan Kantor Bahasa NTB di tahun ini, yaitu 1.000 usulan kosakata bahasa daerah NTB yang telah dikirim ke redaksi KBBI, 546 penambahan kosakata Kamus Bahasa Sasak-Indonesia, 294 penambahan kosakata Kamus Bahasa Samawa-Indonesia, 260 penambahan kosakata Kamus Bahasa Mbojo-Indonesia, dan 45 penambahan entri Ensiklopedia Sastra Daerah di NTB.
“Kami juga telah menyusun Kamus Sasambo Bergambar yang berisi 100 kosakata dasar dalam Bahasa Sasambo,” jelasnya.
KKLP Pembinaan dan Bahasa Hukum. Sepanjang tahun ini, Kantor Bahasa NTB telah melaksanakan kegiatan yang terkait dengan lembaga terfasilitasi layanan profesional kebahasaan dan penutur bahasa terbina.
Sebanyak 129 ODP se-NTB telah mengikuti pendampingan secara luring yang diselenggarakan di Dompu dan Bima, Sumbawa Barat, Sumbawa Besar, dan Lombok Barat. 15 lembaga terbaik diberikan apresiasi atas pengutamaan bahasa negara pada Lomba Wajah Bahasa Oktober 2023; SMAN 1 Mataram, Rumah Sakit Mandalika, Dinas Dikbudpora Bima, SMPN 1 Praya Tengah, SMAN 1 Gerung, SMKN 1 Sumbawa Besar, Sekretariat Daerah Lombok Utara, SMPN 15 Mataram, SMPN 14 Kota Bima, SMPN 1 Kuripan, SMPN 1 Dompu, MAN 2 Kota Bima, Disdukcapil Dompu, dan SMAN 1 Gangga.
KKLP Penerjemahan.
Kantor Bahasa NTB telah menggelar sayembara penulisan bahasan literasi berbahasa daerah sepanjang tahun ini, dan menghasilkan 58 naskah cerita anak, 28 buku cerita anak hasil terjemahan berbahasa daerah, dan 30 buku cerita anak berbahasa daerah.
Selanjutnya, KKLP Pelindungan dan Pemodernan. Hasil capaian kinerja dapat dilihat dari 38 lembaga yang telah berkomitmen bersama Kantor Bahasa NTB untuk melakukan pelindungan bahasa dan sastra di NTB, melalui kegiatan koordinasi antarinstansi, 251 guru master yang telah dibina Kantor Bahasa NTB pada bulan Maret Tahun 2023 sebagai pelaku pengimbasan bahasa daerah dan sastra NTB di tingkat SD dan SMP, dan 305 siswa SD dan SMP mengikuti Festival Tunas Bahasa Ibu yang diselenggarakan Kantor Bahasa NTB pada bulan November 2023 di Pulau Lombok dan Sumbawa.
KKLP Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI). Hasilnya yaitu sebanyak 10.036 peserta UKBI bagi siswa di delapan kabupaten dan kota, dengan rincian 937 peuji di Kota Biam, 144 peuji di Bima, 950 peuji di Dompu, 1.375 peuji di Lombok Utara, 1.305 peuji di Lombok Timur, 750 peuji di Lombok Tengah, 152 peuji di Lombok Barat, dan 4.423 peuji di Mataram.
Berikutnya, KKLP Literasi. Tahun ini, Kantor Bahasa NTB telah melaksanakan kegiatan pemberdayaan komunitas penggerak literasi di Pulau Lombok dan Sumbawa di Juni tahun ini, dengan total 83 komunitas penggerak literasu dengan rincian, 50 komunitas di Pulau Lombok dan 36 komunitas yang tersebar di Pulau Sumbawa.
“Terakhir di KKLP BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing, Red), kami telah melaksanakan program penyegaran BIPA di bulan Mei lalu, diikuti 25 peserta pemelajar dari Thailand dan Yaman di Pulau Sumbawa, dan melakukan bimbingan dan pelatihan di Kabupaten Sumbawa bulan Juni lalu, kepada 50 peserta baik itu dari pegiat, pengajar, dan lembaga BIPA,” terang Retno.
Untuk mendukung pelaksanaan keterbukaan informasi publik secara masif dan terintegrasi, Kantor bahasa NTB menjalin hubungan baik, dengan berbagai media massa di Bumi Gora, termasuk Lombok Post. “Jumlah pemberitaan sepanjang Januari hingga Desember tahun ini ada 220 pemberitaan dari 29 media,” tandasnya. (yun)