Dinas PUPR Provinsi NTB memanfaatkan program Jumat Salam untuk berdiskusi dengan warga sekaligus mendapatkan masukan terkait potensi dan persoalan yang ada di desa. Pada setiap daerah yang dikunjungi, warga rata-rata mengusulkan infrastruktur jalan, penyediaan air bersih, serta peralatan pengelolaan sampah.
……………
SALAH satu wilayah yang menjadi lokasi program Jumat Salam Dinas PUPR NTB adalah Kelurahan Prapen, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah.
Plh Kepala Dinas PUPR Provinsi NTB Ir Hj Lies Nurkomalasari, MT didampingi Sekdis Ir H Hasim, MT langsung memimpin tim Dinas PUPR NTB untuk bersilaturahmi dengan masyarakat dalam rangka menyerap aspirasi.
Dalam pertemuan yang juga dihadiri lurah Prapen tersebut, warga membeberkan berbagai permasalahan di wilayah yang berbatasan langsung dengan Bendungan Batujai tersebut. Salah satunya, warga mengusulkan penataan kembali Bendungan Batujai termasuk daerah sekitar bendungan.
Penataan ini dinilai sangat penting karena Bendungan Batujai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai pusat wisata dan kuliner. Terlebih lokasinya berada di Praya.
Penataan bendungan dan kawasan bendungan ini termasuk juga penyediaan irigasi yang memadai karena setiap turun hujan dalam intensitas tinggi sering terjadi banjir.
Warga juga mengusulkan agar ada kebijakan pemerintah berkaitan dengan penataan kandang ternak masyarakat. Karena selama ini sebagian warga mengeluh akibat limbah kandang ternak yang tak tertangani dengan baik.
Kelurahan Prapen ini juga sering mendapatkan sampah kiriman dari sejumlah sungai atau irigasi yang bermuara di Bendungan Batujai. Sehingga perlu ada penanganan sampah dengan baik.
Bidang SDA Dinas PUPR Provinsi langsung merespons aspirasi warga. Yakni akan berkoordinasi dan bekerja sama dengan BWS NT-1 untuk penataan Bendungan Batujai. Mulai dari menangani sedimentasi bendungan hingga perbaikan drainase.
Bidang Tata Ruang Dinas PUPR NTB juga merespons dengan berusaha memberikan pengertian dan pemahaman terhadap masyarakat terkait penataan ruang. Khususunya pembangunan pertokoan dan kandang ternak di wilayah tersebut.
Selain itu, Dinas PUPR NTB bersama Pemkab Lombok Tengah akan memberikan ruang silaturahmi dan diskusi dengan masyarakat. Harapannya, masyarakat dapat berpartisipasi dalam penyelenggaraan pemanfaatan ruang. Serta bersama-sama mencari solusi terbaik dalam menangani permasalahan di Kelurahan Prapen.
Sementara itu, pada kegiatan Jumat Salam di Desa Batu Rakit, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara juga diisi dengan diskusi dengan masyarakat.
Warga berharap pemerintah menyediakan infrastruktur jalan sebagai jalur utama distribusi produksi komoditas perkebunan. Seperti kopi, kakao, durian dan manga.
Menurut warga, potensi hasil perkebunan warga sekitar sangat menjanjikan. Hanya saja, warga membutuhkan biaya tambahan untuk mengangkut hasil kebun menuju pasar karena infrastruktur jalan yang kurang memadai.
Menurut Dinas PUPR NTB, usulan warga terkait infrastruktur jalan tersebut memang sangat penting untuk direalisasikan. Dalam catatan Dinas PUPR NTB, infrastruktur jalan di desa tersebut, 70 persen sudah diaspal. Sisanya masih jalan tanah atau jalan setapak, terutama jalur yang menuju kebun warga.
Pada kegiatan Jumat Salam di Desa Pejanggik, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah, Dinas PUPR juga mendapatkan berbagai masukan dari masyarakat.
Kepala Desa Pejanggik H Ahmad menceritakan kondisi masyarakat yang sangat membutuhkan ketersediaan air bersih. “Setiap musim kemarau, warga kami selalu kesulitan mendapatkan air bersih,” katanya.
Karena itu, H Ahmad mewakili warganya meminta untuk dibuatkan sumur bor di beberapa titik yang selama ini sangat parah ketika musim kemarau. “Daerah kami termasuk tadah hujan. Air hanya akan tersedia saat musim hujan. Ketika musim kemarau, kami kesulitan termasuk untuk air bersih,” katanya.
Dinas PUPR Provinsi NTB juga menggelar Jumat Salam di Desa Selaparang, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur. Kegiatan diisi pertemuan tim Dinas PUPR NTB bersama camat Suela, perangkat Desa Selaparang, dan masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, terungkap bahwa Desa Selaparang mengalami kendala pendistribusian air bersih yang kurang merata. Termasuk belum sepenuhnya dapat dilayani jaringan PDAM Lombok Timur.
Dari beberapa dusun di desa tersebut, tidak semuanya dialiri sumber mata air. Sebagian warga di salah satu dusun bahkan membeli air di wilayah Pringgabaya dengan menggunakan mobil tangki.
Plh Kepala Dinas PUPR NTB Ir Hj Lies Nurkomalasari, MT dalam kesempatan tersebut mengatakan, dalam setiap kunjungan di desa melalui program Jumat Salam, pihaknya tidak hanya mendengarkan aspirasi. Tapi juga memberikan beberapa masukan dan menampung keluhan yang telah disampaikan.
Langkah selanjutnya adalah menentukan tindak lanjut yang tepat. Serta melakukan koordinasi dengan pihak terkait agar potensi yang ada di desa tersebut dapat dikembangkan untuk kebaikan dan kesejahteraan masyarakat.
Sementara untuk aspirasi masyarakat, akan ditindaklanjuti bersama pihak-pihak terkait agar harapan masyarakat bisa diwujudkan pemerintah.
“Seperti di Desa Pejanggik dan Desa Selaparang, masyarakat mengeluhkan kesulitan air bersih. Hal ini akan dikoordinasikan agar harapan masyarakat bisa segera terwujud,” kata Hj Lies Nurkomalasari.
Misalnya dengan menyiapkan penampung air bersih berkapasitas besar untuk melayani masyarakat khususunya pada musim kering atau musim kemarau.
Sekretaris Dinas PUPR NTB Ir H Hasim, MT mengatakan, selama pelaksanaan program Jumat Salam, pihaknya telah banyak mendapatkan masukan masyarakat. Aspirasi yang disampaikan bahkan bisa dilihat bersama karena berada di lapangan.
Semua aspirasi tersebut tentu akan ditindaklanjuti dengan program. Dinas PUPR NTB juga akan berkoordinasi dengan instansi lain yang berkaitan dengan usulan masyarakat untuk dilaksanakan secara bersama sama. (lil)
Editor : Haliludin