LombokPost-Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum bisa memastikan keberlanjutan program bantuan pangan (bapang) hingga akhir tahun ini.
Lantaran, keberlanjutan program tersebut sangat bergantung pada ketersediaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Nanti kita akan melihat lagi APBN, kalau anggarannya memungkinkan nanti akan diteruskan lagi sampai Desember. Tapi tidak janji, ya karena saya kan buka APBN dulu,” terang Presiden, saat mengunjungi Komplek Pergudangan Bulog Manggis, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, untuk meninjau langsung ketersediaan beras, Kamis lalu (4/4).
Saat ini, pemerintah masih meneruskan penyaluran bapang hingga Juni mendatang. “Ini yang keempat, nanti akan dilanjutkan ke bulan berikutnya sampai bulan Juni, makanya nanti bulan Juni, kalau (APBN, Red) dibuka, anggarannya memungkinkan akan diteruskan, tapi kalau tidak memungkinkan ya tidak. Saya ngomong apa adanya lho,” kata Jokowi.
Sementara itu, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menjelaskan program Bapang telah diberikan sejak tahun lalu, dan berlanjut hingga Juni mendatang.
Data per 3 April, realisasi bapang beras periode pertama 2024 terhitung Januari-Maret secara nasional telah menyentuh 97,20 persen atau 641 ribu ton. Melalui program bapang yang terus digencarkan pemerintah, diyakini akan mampu menjaga tingkat inflasi yang selalu mengalami lonjakan pada saat momentum Ramadan dan Idul Fitri.
Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), pada inflasi Maret, komoditas pangan bergejolak seperti beras, telur ayam, dan daging ayam tercatat masing-masing memiliki andil 0,9 persen.
“Program ini kami harapkan dapat terus mendesak tingkat inflasi dan telah terlihat berkontribusi cukup signifikan pada laju inflasi beras secara bulanan. Inflasi beras di Maret 2024 berada di 2,06 persen dan mengalami pelemahan dikarenakan pada inflasi beras Februari 2024 berada cukup tinggi di indeks 5,32 persen,” terangnya.
Di sisi lain, fokus perhatian Bapanas bahwa kedepannya, bantuan yang disalurkan ke masyarakat bisa menggunakan beras hasil produksi petani dalam negeri.
“Kami saat ini adalah menjaga harga di tingkat petani, ini dikarenakan panen raya padi akan segera datang, jadi saya optimis bapang beras yang dikucurkan oleh Perum Bulog ke depannya akan kembali menggunakan beras hasil produksi petani dalam negeri,” jelasnya.
Bapanas pun telah memerintahkan Bulog untuk menyerap hasil produksi petani dalam negeri, karena sekarang kegiatan tersebut sudah harus dilakukan mulai dari sekarang.
“Kami juga sudah memberikan kebijakan fleksibilitas harga pembelian gabah dan beras. Dengan itu, Bulog dapat menjalankan perannya untuk menyerap hasil petani kita dan di sisi lain harga petani pun dapat terjaga,” pungkasnya. (yun)
Editor : Akbar Sirinawa