LombokPost-Penjabat Ketua Dekranasda Provinsi NTB Hj Lale Prayatni mengajak semua pihak, terutama dinas terkait di Provinsi NTB untuk terus melakukan pembinaan kepada para pelaku UMKM yang tersebar seluruh kabupaten/kota di NTB.
“Pembinaan dan pendampingan dilakukan mulai dari bagaimana meningkatkan kualitas produk hingga pemasaran produk yang dihasilkan,” kata Ketua Dekranasda NTB Bunda Lale saat kunjungan ke sentra perajin tenun Ju Palibelo di Kabupaten Bima, kemarin (19/4).
Kunjungan tersebut dilakukan Bunda Lale di sela-sela mendampingi Penjabat Gubernur NTB Drs HL Gita Ariadi, M.Si yang melakukan safari Syawal di Kabupaten dan Kota Bima. Hadir dalam kunjungan ke perajin tersebut yakni Kepala Dinas Perdagangan NTB Baiq Nelly Yuniarti dan sejumlah kepala OPD Pemprov NTB.
“Kehadiran pemerintah dalam melakukan pembinaan dan pendampingan akan berdampak positif terhadap hasil kerajinan masyarakat. Sehingga akan berdampak langsung terhadap peningkatan ekonomi para pelaku UKM,” jelas Bunda Lale.
Sementara itu, dalam kunjungan tersebut, Bunda Lale berkesempatan melihat produk yang dihasilkan perajin Ju Palibelo. Hanya saja, UKM Ju Palibelo masih kesulitan dalam melakukan promosi dan pemasaran hasil kerajinan.
“Kita berharap, Dinas Perdagangan dan Dinas Perindustrian NTB untuk terus melakukan pembinaan. Baik dari segi kualitas, corak, motif yang bervariasi hingga promosi dan pemasaran dengan memanfaatkan NTB Mall,” kata Bunda Lale.
Selain bertemu perajin tenun Ju Palibelo, Bunda Lale bersama rombongan juga berkunjung ke perajin tenun Bima Shanti di Desa Tonggorisa. Di tempat tersebut, Bunda Lale terkesan dengan hasil kerajinan para perajin mulai dari corak dan motif yang cukup beragam dan tidak meninggalkan kearipan lokal.
Bahkan, perajin tenun Bima Shanti yang letaknya di tengah perkampungan penduduk ini sudah menggunakan Qris dalam melakukan transaksi. “Ini menunjukkan para perajin sudah akrab dengan teknologi untuk memudahkan pelayanan kepada pelanggan,” katanya.
Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB Baiq Nelly Yuniarti mengatakan, khusus untuk promosi dan pemasaran produk kerajinan tenun, pihaknya telah menyiapkan NTB Mall.
Saat ini, selain terpusat di kompleks Masjid Hubbul Wathan Islamic Center (IC) Mataram, NTB Mall juga telah buka di Strand Mall, Malaysia. Yang terbaru, NTB Mall juga sudah membuka gerai di Dekranasda Ekonomi Kreatif Space (DEKS) Ciputra World Mall, Jawa Timur.
Menurut Baiq Nelly Yuniarti, kehadiran NTB Mall merupakan bentuk komitmen Pemprov NTB dalam upaya memajukan dan memfasilitasi UMKM NTB dengan memperkenalkan berbagai produk unggulannya.
Pemprov NTB melalui Dinas Perdagangan NTB akan terus berupaya untuk mengembangkan NTB Mall. Sehingga ke depan semua produk UMKM di seluruh daerah NTB bisa ditampung. Selain sebagai tempat mempromosikan produk-produk lokal NTB, juga sebagai sarana untuk menjualnya ke masyarakat.
“NTB Mall memiliki fungsi sebagai inkubasi dan promosi perdagangan. Selain itu juga menjadi tempat berlatihnya masyarakat, terutama pelaku UMKM mengenai perdagangan dan pemasaran,” katanya.
Selain itu, NTB Mall juga menjadi pusat pembelajaran masyarakat mengenai produksi, promosi, packaging produk. Masyarakat tidak perlu lagi harus menunggu diklat untuk bisa mendapatkan pengetahuan.
Ditambahkan, Dinas Perdagangan Provinsi NTB juga mengampu program unggulan daerah yakni Bela Beli Produk Lokal. Melalui NTB Mall yang dikelola UPTD Balai Promosi dan Pemasaran Produk Unggulan Daerah (BP3UD) akan terus memperluas jaringan NTB Mall.
Khusus terkait dengan UKM termasuk di dalamnya perajin tenun, UKM NTB Mall pada Januari – Maret 2024 tercatat sebanyak 4.617 UKM melalui online dan 241 UKM melalui offline. Jumlah ini naik dibanding tahun 2023 sejumlah 4.200 UKM melalui online dan 218 UKM melalui offline. NTB Mall juga telah bekerja sama dengan Garuda Indonesia dengan melibatkan 42 UKM NTB. (lil)
Editor : Haliludin