Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Al-Wildan 20 Mataram, Mercusuar Pendidikan Internasional dan Agama di NTB

Akbar Sirinawa • Senin, 6 Mei 2024 | 19:06 WIB

 

RESMI DIBUKA: Wali Kota Mataram Mohan Roliskana (tengah) menandatangani prasasti pembangunan gedung sekolah, saat soft launching Al-Wildan Islamic School 20 Mataram, Kamis (2/5).
RESMI DIBUKA: Wali Kota Mataram Mohan Roliskana (tengah) menandatangani prasasti pembangunan gedung sekolah, saat soft launching Al-Wildan Islamic School 20 Mataram, Kamis (2/5).

LombokPost-Al-Wildan Islamic International School 20 Mataram akhirnya diresmikan, pekan lalu. Sekolah yang mengusung konsep kurikulum Tahfiz Al-Qur’an Curriculum (TIC) ini diharapkan menjadi mercusuar pendidikan untuk NTB dan Indonesia bagian timur.

”Cabangnya Al-Wildan ada 23 di seluruh Indonesia. Yang di (Kota) Mataram merupakan cabang ke-20,” kata Presiden Direktur Al-Wildan Islamic School Dr Abdurrahim Al Basyir, saat peresmian Al-Wildan Mataram, Kamis (2/5).

Untuk Al-Wildan Mataram yang merupakan cabang ke-20, dibangun di atas lahan seluas 4 hektare. Lokasinya berada di Jalan dr Sudjono Lingkar Selatan, Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram.

Usung Konsep Kurikulum Baru Bernama TIC

Wali Kota Mataram Mohan Roliskana (tengah) bersama Presdir Al-Wildan Islamic School dan Ketua Dewan Pembina dan Ketua Yayasan Metro Insan Pendidikan. (IVAN/LOMBOK POST)
Wali Kota Mataram Mohan Roliskana (tengah) bersama Presdir Al-Wildan Islamic School dan Ketua Dewan Pembina dan Ketua Yayasan Metro Insan Pendidikan. (IVAN/LOMBOK POST)

Abdurrahim mengatakan, Al-Wildan merupakan sekolah yang mengusung perimbangan mutu keagamaan dan Al-Qur’an dan kurikulum internasional serta nasional. Khususnya pada bidang English, matematika, dan sains. Konsep ini dikenal dengan TIC.

TIC merupakan konsep baru di dunia pendidikan Indonesia, yang digagas Abdurrahim. Ini merupakan strategi terhadap penerapan terpadu untuk kurikulum internasional, keagamaan atau pesantren, dan nasional.

Sebelum mendirikan Al-Wildan di Mataram, Abdurrahim menyebut pihaknya telah melakukan analisa dan survei di lapangan. Hasilnya, lembaga pendidikan keagamaan sangat luar biasa di NTB. Terutama di Pulau Lombok, yang banyak memiliki sekolah dan pesantren penghafal Al-Qur’an. Begitu juga dengan sekolah negeri, banyak yang berkualitas.

Karena itu, kehadiran Al-Wildan di Kota Mataram, yang merupakan ibu kota Provinsi NTB bisa memperkaya khazanah lembaga pendidikan yang berkualitas. ”Ini tujuan utamanya,” ujarnya.

Untuk mendukung penerapan kurikulum TIC dengan baik, saat ini Al-Wildan memiliki pengajar internasional. Berasal dari Timur Tengah, Amerika Serikat, United Kingdom (UK), hingga Australia. Al-Wildan juga bekerja sama dengan beberapa universitas internasional. Antara lain, Universitas Islam Madinah; Al Azhar di Kairo; Universitas Internasional Sudan.

”Jadi ada jaminan mutu di kurikulum internasional,” sebut Abdurrahim.

Pengajar internasional ini merupakan native speaker. Sebab di Al-Wildan pembelajarannya penuh menggunakan Bahasa Inggris dan Arab. Meski demikian, bagi anak-anak yang belum matang berbahasa Inggris, bisa mengikuti program matrikulasi. Selama tiga bulan pertama.

”Nanti pada saatnya, semua kegiatan pembelajaran, itu pengantarnya English. Dan kurikulum keagamaan kita pakai Bahasa Arab,” katanya.

Lalu bagaimana dengan kurikulum keagamaan atau pesantren? Abdurrahim menerangkan, fenomena saat ini banyak orang tua resah karena anak-anak bermalas-malasan dalam beribadah. Tidak sedikit pula akhlak anak yang menyusahkan orang tuanya.

Kondisi tersebut disebabkan kurangnya pendidikan Al-Qur’an dan keagamaan, yang fokus pada kesadaran beribadah dan Al-Qur’an. Karena itu, Al-Wildan dengan TIC hadir untuk menjawab persoalan tersebut.

Kata Abdurrahim, pembelajaran keagamaan banyak diajarkan di sekolah maupun pesantren. Begitu juga dengan di Al-Wildan. Tapi, fokus pendidikan keagamaan di Al-Wildan dilakukan setelah kemurnian akidah. Setelah anak mengenal Tauhid, baru difokuskan pada pendidikan agama dan akhlak.

”Jadi misalnya nanti mau lanjut kuliah di dalam maupun luar negeri, itu sangat bisa dan keagamaannya tetap kokoh,” imbuhnya.

Lebih lanjut, di Al-Wildan Islamic International School 20 Mataram tetap dilakukan penjaminan mutu secara berkala. Mulai dari raport harian, raport mingguan, hingga examination of authority (Exot) atau ujian mutu tahunan.

Untuk raport harian, akan fokus pada ibadah dan akhlak. ”Al-Wildan memberikan porsi besar untuk mendidik ibadah dan akhlak anak. Jadi membentuk anak untuk bisa beribadah dengan penuh kesadaran,” bebernya.

Kemudian ada raport mingguan. Evaluasi ini bersifat akademik, mengenai prestasi dan kognitif anak. Selanjutnya ada kegiatan bulanan sebagai hari Al-Qur’an, yang mewajibkan anak menginap di sekolah selama tiga hari.

”Yang Exot, itu ujian kemampuan anak di hadapan orang tua. Jadi orang tua tidak lagi meraba-raba anaknya belajar apa saja di satu tahun itu,” tandasnya.

Mercusuar Pendidikan Agama dan Internasional di Indonesia Timur

Foto udara Al-Wildan Islamic School 20 Mataram yang telah dibangun Gedung SD, SMP, SMA, serta Asrama Ikhwan dan Akhwat. (IVAN/LOMBOK POST)
Foto udara Al-Wildan Islamic School 20 Mataram yang telah dibangun Gedung SD, SMP, SMA, serta Asrama Ikhwan dan Akhwat. (IVAN/LOMBOK POST)

Wali Kota Mataram Dr Mohan Roliskana bersyukur dengan didirikannya Al-Wildan di Kota Mataram. Menurutnya, keberadaan Al-Wildan merupakan ikhtiar membangun dan meningkatkan kualitas pendidikan. Sekaligus membentuk karakter anak menjadi cerdas dan religious.

”Kami apresiasi dan terima kasih kepada Al-Wildan dan Yayasan Metro Insan Pendidikan, karena menghadirkan lembaga pendidikan yang bermutu dan berkualitas,” kata Mohan dalam sambutannya.

Mohan mengatakan, kurikulum di Al-Wildan sangat menarik karena memadukan kurikulum internasional, nasional, dan pesantren. Sehingga diharapkan Al-Wildan bisa menjadi mercusuar pendidikan, tidak saja di NTB tapi juga di Indonesia timur.

”Ini penting, mendidik anak-anak kita tidak hanya memiliki kemampuan sains, tapi juga teknologi dan spiritual. Maka hadirnya Al-Wildan menjadi Solusi yang dibutuhkan saat ini,” tegas Mohan.

Sementara itu, Ketua Yayasan Metro Insan Pendidikan Dr Arsyad Abdul Gani mengatakan, berdirinya Al-Wildan di Mataram bukan dengan tiba-tiba. Butuh proses cukup lama. Mulai dari berdiskusi untuk menyamakan persepsi hingga melakukan studi ke sejumlah lembaga pendidikan ternama di Pulau Jawa.

”Sempat tertunda akibat covid, kami akhirnya mulai melangkah di 2022,” kata Arsyad.

Untuk menghadapi tahun ajaran 2024/2025, Al-Wildan Islamic International School 20 Mataram telah melakukan sejumlah pembangunan. Pada pembangunan tahap pertama, telah berdiri gedung SD, SMP, SMA putra dan putri. Juga ada gedung asrama. ”Ini kami bangun untuk memenuhi tahun pertama dan kedua,” ujarnya.

Fasilitas yang akan segera dibangun untuk mendukung visi misi Al-Wildan Islamic School adalah masjid berlantai dua, dengan kapasitas 3.000 orang. Selain itu ada juga gedung olahraga yang di dalamnya terdapat lapangan voli, basket, sepak bola mini, futsal, hingga kolam renang. Seluruh fasilitas olahraga ini berstandar internasional dan terpisah untuk Ikhwan dan akhwat.

Arsyad berharap kehadiran Al-Wildan di Mataram bisa menjawab kebutuhan putra-putri NTB untuk bisa bersaing di dalam daerah hingga internasional. ”Baik secara intelektual seperti sains dan matematika, juga agamanya,” kata Arsyad.

Saat ini Al-Wildan Islamic School 20 Mataram mulai menerima siswa baru untuk jenjang SD, SMP, dan SMA tahun ajaran 2024/2025. Adapun untuk pendaftaran gelombang dua telah dibuka hingga 30 Juni.

”InsyaAllah awal Juli siswa baru sudah mulai belajar,” pungkasnya. (dit)

Editor : Akbar Sirinawa