LombokPost-Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) akhirnya mengumumkan 50 besar desa wisata di Indonesia, yang berhak mengikuti Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024.
Salah satunya, desa wisata Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah (Loteng).
”Alhamdulillah, desa wisata Aik Berik akan mewakili NTB di tingkat nasional,” terang Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata (Dispar) NTB Chandra Aprinova, saat ditemui Senin (27/7).
Menjadi bagian dari ADWI 2024, Kemenparekraf telah menetapkan enam indikator penilaian.
Desa wisata tersebut, harus memiliki Daya Tarik, dimana ini merupakan potensi utama desa wisata yang memiliki keunikan, keautentikan, dan kreativitas yang menjadi daya tarik wisata berupa produk wisata seperti wisata alam, buatan, budaya, dan produk ekonomi kreatif bisa berupa kriya, kuliner, dan fesyen.
Amenitas, maksudnya peningkatan standar kualitas amenitas pariwisata dengan standar CHSE melalui fasilitas homestay, toilet, serta fasilitas penunjang pariwisata lainnya.
Digital, akselerasi transformasi digital melalui pelayanan infrastruktur dan menciptakan konten kreatif sebagai sarana promosi desa wisata melalui media digital.
Kelembagaan dan SDM, maksudnya bahwa pemberdayaan SDM di desa wisata untuk meningkatkan lapangan kerja, dampak ekonomi, serta mendukung kesetaraan gender dalam pelibatan SDM di desa wisata.
Terakhir, resiliensi Pengelolaan desa wisata yang berkelanjutan dengan memperhatikan isu lingkungan serta memiliki manajemen risiko.
“Terpenuhinya indikator ini, tentu bagi pokdarwis sangat paham ya, bahwa pariwisata kita sekarang tentang pariwisata berkelanjutan, sehingga mereka betul-betul menjaga kelestarian alamnya, dan salah satu yang membuat mereka terpilih,” terangnya.
Untuk menjadi yang terbaik, Dispar NTB akan melakukan pendampingan, misalnya membantu kelengkapan administrasi, kemudian secara informal berkomunikasi dengan Kemenparekraf, untuk mengetahui apa saja kekurangan yang harus disempurnakan.
“Ini kan penilaiannya tetap berproses ya, makanya kami berupaya juga supaya desa Aik Berik ini menjadi salah satu yang terbaik,” ujarnya.
Menparekraf RI Sandiaga Uno mengatakan bahwa ADWI 2024 telah memasuki babak akhir kurasi. Untuk sampai di tahap ini, proses yang diikuti oleh peserta cukup berat karena harus bersaing dengan 6016 desa wisata di seluruh Provinsi di Indonesia.
Sehingga banyak dari para penggiat desa wisata menunjukan pesona terbaik serta menggali potensi yang dimiliki desa wisata untuk disajikan dengan semenarik mungkin.
Proses kurasi dengan tahapan yang cukup panjang disertai analisis penilaian secara objektif oleh Dewan Juri, menghasilkan desa wisata terbaik yang menjadi barometer dalam ajang ADWI 2024.
“Setelah melalui proses kurasi yang panjang, analisis dan penilaian secara objektif oleh seluruh tim dewan juri Kemenparekraf telah mendapatkan desa wisata terbaik dalam ajang ADWI 2024 ini,” kata Menparekraf. (yun/r11)
Editor : Redaksi Lombok Post