LombokPost-Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB mengungkapkan bahwa sejak periode 1 Januari hingga 31 Mei 2024, tercatat NTB telah mengalami bencana alam sebanyak 62 kejadian.
Dari jumlah tersebut, bencana yang paling sering terjadi yaitu bencana banjir atau banjir bandang dengan 25 kejadian, kemudian cuaca ekstrem atau angin puting beliung 25 kejadian, tanah longsor 7 kejadian, dan gempa bumi 2 kejadian.
”Untuk kekeringan masih nol kejadian di kabupaten/kota terdampak, kebakaran hutan dan lahan nol kejadian dan gelombang pasang/rob 3 kejadian,” jelasnya, Selasa (4/6).
Masyarakat tetap diminta waspada.
Apalagi saat ini sebagian besar wilayah NTB sudah memasuki musim kemarau.
Masyarakat Bumi Gora terus diimbau agar dapat menggunakan air secara bijak, efektif dan efisien.
”Masyarakat perlu mewaspadai akan terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan yang umumnya terjadi pada periode puncak musim kemarau,” kata dia.
Mantan sekretaris Dinas PUPR NTB ini juga mengingatkan masyarakat dapat memanfaatkan penampungan air seperti embung, waduk, atau penampungan air hujan lainnya guna mengantisipasi kekurangan air khususnya di wilayah-wilayah yang sering terjadi kekeringan.
”Tetap perhatikan informasi BMKG dan BPBD guna mengantisipasi dampak bencana maupun kerugian dalam perencanaan kegiatan bapak dan ibu ke depan, dan tetap selalu menjaga kesehatan,” terang Ahmadi. (yun/r11)
Editor : Kimda Farida