LombokPost-Jamaah calon haji (JCH) atas nama Rumini Muhammad, usia 87 tahun asal Praimeke, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), meninggal dunia pada pukul 09.00 waktu setempat di RS An-Nur, Makkah, Arab Saudi, Sabtu (8/6).
Almarhumah telah dikebumikan di Pemakaman Syuhada Harom Sareah Makkah, Arab Saudi.
Ketua Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) Embarkasi Lombok dr Ferry Wardhana mengatakan, mendiang sebelumnya telah menjalani perawatan intensif di RS An-Nur, sejak tanggal 30 Mei.
Adapun penyebab Rumini Muhammad meninggal dunia akibat serangan jantung.
“Beliau terkena serangan jantung,” terangnya, saat dikonfirmasi Lombok Post, Minggu (9/6).
Ia menerangkan, selama pemeriksaan kesehatan di Asrama Haji Embarkasi Lombok, Rumini Muhammad dalam kondisi kesehatan yang prima.
Karena pengakuannya di petugas kesehatan, selalu kontrol dan rutin mengonsumsi obat-obatan yang diresepkan dokter.
“Info yang kami dapatkan dari petugas di tingkat kabupaten juga, beliau memang ada kelainan jantung tetapi sehat, begitu juga saat masuk asrama, sehat dan tidak apa-apa, karena itu tadi, selalu kontrol dan rajin minum obat yang diberikan,” kata dia.
Namun, setibanya di Arab Saudi, kondisi kesehatannya mulai mengalami penurunan.
Rumini kerap mengeluhkan nyeri dada dan sesak nafas.
“Sejak di Makkah itu, kondisi kesehatan beliau sudah jelek, jadi sering nyeri dada dan sesak nafas, dan ketika terus memburuk, akhirnya dirujuklah ke rumah sakit,” ujarnya.
dr Ferry memprediksi kondisi tersebut dialami Rumini sebagai dampak dari kelelahan, karena berbagai aktivitas yang dijalaninya selama di Tanah Suci.
Hal ini kerap dialami lansia, apalagi Rumini Muhammad tergolong JCH berisiko tinggi.
“Mungkin kelelahan, mungkin kurang minum juga, capek, ini bisa memperburuk penyakit yang dialami beliau,” jelasnya.
Sebagai informasi, saat ini sudah ada dua JCH asal NTB yang meninggal dunia di tanah suci, dengan penyebab yang sama, yaitu serangan jantung.
Sebelumnya, JCH asal Selong, Lombok Timur (Lotim) atas nama Sakmah bin Amaq Muhirudin berusia 65 tahun, meninggal dunia di Arab Saudi pada tanggal 30 Mei lalu.
Plt Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag NTB Azharuddin, mengingatkan kepada seluruh JCH asal Bumi Gora, untuk tetap menjaga kesehatan selama menjalankan rangkaian ibadah haji.
Bagaimana pun, kondisi cuaca di Tanah Air dengan Tanah Suci cukup berbeda.
Selain cukup istirahat, jamaah diminta untuk mengkonsumsi vitamin dan meminum air zam-zam.
“Kita harapkan tetap menjaga kesehatan, banyak konsumsi vitamin kemudian sering minum air zam-zam karena ini menyehatkan,” kata Azharuddin.
Ikuti arahan dan instruksi dari petugas medis yang menyertai jemaah dari Tanah Air.
Jika JCH merasakan kondisi tubuh yang kurang fit, segera melaporkan diri secara berjenjang.
Embarkasi Lombok memiliki tim medis yang menyertai jamaah di setiap kloter.
Ketika tidak mampu ditangani, jamaah tersebut bisa dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap peralatannya.
“Ketika tidak mampu, maka cepat dirujuk ke daker, kalau daker tidak mampu, supaya peralatan medis yang lengkap rujuk ke rumah sakit di Arab Saudi,” tandasnya. (yun)
Editor : Kimda Farida