Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dinilai Lebih Unggul, Budi Daya Rumput Laut di Teluk Ekas Didorong Direpilkasi

Galih Mega Putra S • Senin, 10 Juni 2024 | 15:50 WIB
MASIH MANUAL: Nelayan di pesisir Pantai Teluk Ekas Buana, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur memanen rumput laut. Di sini ada tempat budi daya dengan sistem pengelolaan modern. (IST LOMBOK POST)
MASIH MANUAL: Nelayan di pesisir Pantai Teluk Ekas Buana, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur memanen rumput laut. Di sini ada tempat budi daya dengan sistem pengelolaan modern. (IST LOMBOK POST)

LombokPost-Kontribusi produksi rumput laut terbesar terdapat di Pulau Sumbawa.

Akan tetapi produksi di Pulau Lombok juga diakui tidak kalah potensial.

Bahkan, ada peluang menghasilkan panen meningkat signifikan.

Ini karena di Lombok sudah ada tempat budi daya dengan skala besar.

Yaitu di Teluk Ekas, Lombok Timur.

"Produksi rumput laut kita nomor 2 nasional dengan kontribusi terbesar dari Pulau Sumbawa," jelas Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB Muslim.

Terkait dengan potensi di Teluk Ekas, budi daya di sini sudah lebih unggul.

Dalam pengelolaannya sudah lebih modern dengan memanfaatkan teknologi.

"Kita dorong teknologi di Teluk Ekas bisa dilakukan replikasi di tempat budi daya lain," tambahnya.

Muslim mengaku, dari sisi luasan area, tempat budi daya di sana tidak seberapa. Akan tetapi dengan pengelolaan yang modern, sangat memungkinkan produksi meningkat.

"Pengikatannya sistem mekanisasi," imbuh Muslim.

Dia menjelaskan, tempat budi daya rumput laut di Teluk Ekas jadi Showcase Pilot Project budi daya rumput laut skala besar di Indonesia.

Di sini terdapat 69, 22 hektare lahan tempat budi daya. Bahan mentahnya akan dikelola menjadi produk lain.

"Bahan mentahnya itu diolah. Ada produk pakan ternak, biji plastik, dan lain sebagainya," jelasnya.

Ini merupakan salah satu implementasi program hilirisasi pemerintah pusat melalui budidaya rumput. Dari pengembangannya, sejauh ini sudah mampu meningkatkan ekonomi masyarakat lokal.

”Implementasi program nasional ingin mengembangkan hilirisasi budi daya rumput laut skala besar," kata Muslim.

Sementara itu, Dinas Kelautan dan Perikanan mencatat, ada 22.359 pembudi daya yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di NTB.

Dengan rincian, 9.852 pembudi daya di Lombok Barat, Lombok Tengah 478 pembudi daya, Lombok Timur 811.

Kemudian di Kabupaten Sumbawa Barat 860 pembudi daya, serta 7.345 di Kabupaten Sumbawa. Sedangkan di Kabupaten Dompu 175 pembudidaya, dan Kabupaten Bima 2.838. (bib/r11)

Editor : Kimda Farida
#rumput laut #NTB