Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Butuh Rp 2,3 Miliar untuk Pembangunan Gapura dan Pagar Pasar Seni Senggigi

Galih Mega Putra S • Kamis, 13 Juni 2024 | 18:05 WIB
Chandra Aprinova. (HABIBUL ADNAN/LOMBOK POST)
Chandra Aprinova. (HABIBUL ADNAN/LOMBOK POST)

LombokPost-Pemprov NTB akan melakukan penataan di area Pasar Seni Senggigi.

Sesuai rencana, di tempat tersebut akan dibangun sejumlah fasilitas pariwisata dengan menggunakan anggaran dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sebesar Rp 50 miliar.

Akan tetapi pembangunan fasilitasnya akan dilaksanakan secara bertahap. Tidak sekaligus.

Kabid Destinasi Dinas Pariwisata Provinsi NTB Chandra Aprinova mengatakan, untuk tahap pertama, akan dimulai antara Agustus-September tahun ini.

"Pola penganggarannya bertahap. Tahun ini 20 persen, dan 80 persen tahun 2025," jelasnya.

Untuk pekerjaan tahun ini, akan dibangun gapura dan tembok pembatas. Anggaran untuk pekerjaan ini menelan biaya hingga Rp 2,3 miliar.

”Gerbang gapura yang sangat besar dan megah," katanya.

Konsep gapura ini mengusung ciri khas Lombok.

Yaitu model berugak tetapi akan didesain lebih futuristik. Di sampingnya juga akan dibuatkan pagar.

”Kita sudah buatkan master plannya. Kalau mengacu master plan, fasilitasnya sangat lengkap," ujar Chandra.

Akan tetapi fasilitas yang lain kemungkinan akan dibangun di tahun 2025 mendatang.

Itu artinya, meski pekerjaan sudah dimulai, bangunan seperi BAR dan restoran tidak akan langsung diratakan.

"Karena kalau diratakan, ini juga tidak langsung dibangun," katanya lagi.

Chandra menerangkan, ada beberapa fasilitas yang akan dibangun pemprov dalam penataan pasar seni.

Seperti pusat informasi, fasilitas kebersihan, penataan landscape, teater kesenian, dan lain sebagainya.

"Ada plaza untuk kuliner, kios cinderamata, area parkir, musala dan fasilitas pendukung lainnya," imbuhnya.

Jhon Howar Singleton, salah satu pemilik usaha Bar dan Restoran di Pasar Seni berharap, penataan di aset Pemprov NTB itu tidak merugikan para pelaku usaha yang sudah puluhan tahun berinvestasi di lokasi tersebut.

Ada perhatian pemeritah untuk keberlanjutan usaha mereka.

"Ada kebijakan yang tidak merugikan nasib kami. Seperti dengan mengizinkan kembali penyewaan baru dengan persyaratan yang adil dan masuk akal,” harap Mr Singleton.

Menurutnya, dengan tetap adanya investor asing di situ, akan menumbuhkan perekonomian masyarakat.

Manfaatnya tidak hanya didapatkan oleh para investor, tetapi juga masyarakat sekitar.

“Karena akan menyerap lapangan kerja bagi masyarakat lokal,” tutupnya. (bib/r11)

Editor : Kimda Farida
#pemprov #NTB