Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Jangan Asal Konsumsi, Disnakeswan NTB Temukan Puluhan Hewan Kurban Terjangkit Cacing Hati

Yuyun Kutari • Kamis, 20 Juni 2024 | 14:55 WIB
JANGAN ASAL KONSUMSI: Hewan kurban yang dikonsumsi masyarakat, harus dipastikan  kebersihannya, dan terbebas dari segala macam penyakit, termasuk cacing hati. (IVAN/LOMBOK POST)
JANGAN ASAL KONSUMSI: Hewan kurban yang dikonsumsi masyarakat, harus dipastikan kebersihannya, dan terbebas dari segala macam penyakit, termasuk cacing hati. (IVAN/LOMBOK POST)

LombokPost-Selama proses pemotongan hewan kurban di momentum perayaan Hari Raya Idul Adha 1445 Hijiriah, tim pemeriksaan kesehatan hewan kurban dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) NTB menemukan puluhan sapi dan kambing terjangkit penyakit cacing hati.

“Sampai 19 Juni, banyak ditemukan penyakit cacing hati itu,” terang Kepala Disnakeswan NTB Muhamad Riadi, Rabu (19/6).

Di Kota Mataram, total hewan ternak yang dipotong sampai saat ini mencapai 1.257 ekor.

Dengan temuan cacing hati sebanyak 70 sapi dan 15 kambing.

Adapun hewan kurban yang terjangkit cacing hati tidak diberikan kepada masyarakat.

Pada bagian tersebut akan dibuang petugas, sementara bagian yang tidak terkena seperti daging, masih aman dan layak dikonsumsi.

Selain Kota Mataram, Disnakeswan NTB juga menunggu hasil rekap data penyakit apa saja yang menjangkiti hewan ternak selama perayaan Idul Adha di kabupaten dan kota lain.

“Sedang kami tunggu, kemudian kami gabungkan totalnya secara keseluruhan se-provinsi,” tambah kepala dinas.

Dengan adanya temuan ini, pemprov terus mendorong masing-masing pemda, untuk melakukan pengawasan dan mengintensifkan pengobatan cacing hati pada hewan ternak.

Terutama, hewan ternak yang berasal dari daerah yang paling banyak terjangkit penyakit cacing hati.

“Supaya kita tahu hewan ternak ini datang dari mana, kita bisa telusuri di lapak-lapak pedagang,” pungkas Riadi.

Kepala Seksi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kota Mataram drh Irhan mengatakan terhadap daging hewan kurban yang dibagikan, pihaknya tetap turun melakukan pemeriksaan langsung.

“Kita akan periksa hati, usus, kalau ditemukan penyakit di hati, sebaiknya dibuang saja,” jelasnya. (yun/r11)

Editor : Kimda Farida
#kurban #hewan