LombokPost-Pj Gubernur NTB Hassanudin didampingi beberapa pejabat lingkup Pemprov NTB melakukan ziarah ke Makam Pahlawan Nasional TGKH Zainuddin Abdul Madjid di Pancor, Lombok Timur (Lotim), Sabtu (13/7).
Rombongan Pj Gubernur NTB memasuki Kompleks Musala Al-Abror Hamzanwadi Pancor disambut oleh dzurriyah Maulana Syaikh Hj Sitti Rohmi Djalilah dan Ketua Yayasan Pendidikan Hamzanwadi Pondok Pesantren Darunnahdlatain Nahdlatul Wathan Pancor HM Jamaluddin, dan beberapa masyaikh.
Sambutan yang hangat membuat Pj Gubernur terlihat betah mendengarkan penjelasan Umi Rohmi, sapaan akrab Hj Sitti Rohmi Djalilah, tentang bagaimana sejarah Maulana Syaikh melakukan perlawanan kepada penjajah Belanda dari jalur pendidikan.
Umi Rohmi mulai membuka lembaran sejarah perjuangan TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid sejak sekembalinya Maulana Syaikh dari Makkah pada tahun 1934, di mana kemudian TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid mendirikan Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) pada 22 Agustus 1937.
“Madrasah ini didirikan khusus untuk mendidik kaum pria,” kata Umi Rohmi.
Pada saat itu pemerintah kolonial melakukan pengawasan yang ketat terhadap lembaga pendidikan tersebut, meskipun sudah diizinkan beroperasi. Bahkan, karena dianggap membahayakan, pemerintah kolonial sempat ingin menutup madrasah tersebut.
Upaya yang dilakukan TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid membuahkan hasil, sehingga madrasah ini tetap beroperasi.
Satu tahun setelah kedatangan Jepang, ia juga memulai pendidikan bagi kaum perempuan, sebagai penyempurnaan dan pengembangan visi dalam aspek keadilan bagi setiap orang.
Upaya itu diwujudkan dengan mendirikan Madrasah Nahdlatul Banat Diniyah Islamiyah (NBDI), satu tahun setelah kedatangan Jepang.
Kemudian, madrasah tersebut juga menjadi lembaga pendidikan pertama di Pulau Lombok yang terus berkembang.
Pada zaman penjajahan, TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid juga menjadikan kedua madrasah tersebut sebagai pusat pergerakan kemerdekaan.
Itu juga dijadikan tempat untuk menggembleng para patriot bangsa yang siap melawan dan mengusir para penjajah.
“Secara khusus, TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid membentuk Gerakan Laskar Al-Mujahidin. Gerakan tersebut bergabung dengan gerakan-gerakan rakyat lainnya di Pulau Lombok untuk bersama-sama membela dan mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia,” jelas Wakil Gubernur NTB Periode 2018-2023 ini.
Adapun lunjungan Pj Gubernur NTB Hassanudin, ini bagian dari ikhtiar untuk dapat menjalankan roda pemerintahan di NTB dengan baik, melalui silaturraahmi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat, untuk membangun komunikasi, masukan dan doa untuk kepentingan Bumi Gora secara luas, sehingga terjalin harmoni pada semua aspek kehidupan.
Setelah mendapat penjelasan sejarah Maulana syaikh, Pj Gubernur NTB bersama rombongan melakukan Ziarah ke Makam Pahlawan Nasional Maulana Syaikh TGKH Muhmmad Zainuddin Abdul Madjid, yang diawali dengan dzikir, doa dan dilanjutkan dengan tabur bunga, nampak kekhusyukan pada wajah Hassanudin.
Usai ziarah Pj Gubernur NTB menyempatkan diri menyapa santri dan santriwati yang sedang melaksanakan taklim di sekitar kompleks Makam Maulana Syaikh, dan Hassanudin takjub melihat keadaan para santri yang penuh semangat mengikuti kegiatan taklim.
Usai dari kompleks Al-Abror, Pj Gubernur didampingi Umi Rohmi bersama rombongan berkunjung ke rumah Hj Sitti Rauhun yang juga ibu dari ulama NTB TGKH Muhammad Zainul Majdi.
Kedatangan Hassanudin disambut langsung oleh Umi Rauhun dengan penuh kebahagian.
Dalam usianya yang sepuh, Umi Rauhun nampak berbincang dengan Hassanudin sambil sesekali diselingi tertawa hangat penuh kekeluargaan.
Setelah beberapa menit, Pj Gubernur pamit untuk melanjutkan perjalanan ke Bendungan Pandan Duri, sambil menyampaikan rasa terima kasih kepada Umi Rauhun dan keluarga yang telah menerima kunjungan silaturrahmi dengan hangat, dan berharap sinergi yang baik akan terus terbangun untuk kebaikan bersama dalam membangun NTB.
Pj Gubernur menyampaikan silaturrahmi yang sama akan dilakukan dengan semua pihak, dan dalam waktu dekat juga akan melakukan hal yang sama kepada Umunda Hj Sitti Raehanun yang juga putri dari Maulana Syaikh TGKH Zainuddin Abdul Madjid.
Dia menyampaikan hal ini memang harus dilakukan untuk membangun komunikasi dan sinergi dengan semua pihak di NTB. (yun)
Editor : Kimda Farida