LombokPost-Dua ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) Provinsi NTB terharu dengan pemberian santunan yang diterima di sela-sela kegiatan Gelar TTG Nusantara XXV Tahun 2024 di halaman Islamic Center, Kota Mataram, Senin (15/7).
Istri ahli waris dari peserta Almarhum Zaedon Mustafa mengatakan, tak kuasa menahan tangis saat harus menerima santunan suami.
Santunan yang didapatkan akan digunakan untuk sekolah anak hingga kuliah nantinya yang kini masih di kelas 2 SMA.
Zaedon Mustafa merupakan perangkat desa di Mesanggok, Gerung, Lobar yang meninggal karena sakit yang dideritanya.
"Alhamdulillah santunan ini bisa untuk sekolah anak dan kebutuhan sehari-hari. Sehari-hari untuk dagang juga rencananya," kata Sumaeni.
Istri ahli waris Lainnya dari peserta Almarhum Asmawi Efendi juga meneteskan air matanya saat menerima santunan.
Ia merasa sangat terharu dan senang ada biaya untuk anak-anak sekolah yang saat ini masih SMA dan SD.
Sisanya untuk kebutuhan rumah yang kebetulan juga dirinya menjadi buruh tembakau.
Suaminya meninggal baru tiga bulan lalu karena sakit yang dideritanya.
Asmawi Efendi sendiri merupakan aparat Desa Landah, Praya Timur.
"Saya informasikan ke warga banyak manfaat yang bisa diterima dengan menjadi peserta BPJamsostek," jelas Sri Yuniarni.
Penyerahan simbolis dilakukan Direktur Kepesertaan Korporasi dan Institusi BPJS Ketenagakerjaan Hendra Nopriansyah disaksikan Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar, Pj Gubernur NTB Hassanudin dan undangan.
Diharapkan ini bisa membawa manfaat kepada ahli waris yang ditinggal kepala keluarganya.
Ini juga akan menjamin pendidikan anak-anak yang ditinggalkan oleh ayahnya.
Kepala BPJamsostek NTB Bobby Foriawan mengatakan, dengan membayar Rp 16.800 setiap bulannya masyarakat atau peserta mendapat banyak manfaat seperti jaminan kecelakaan serta kematian.
Seluruh masyarakat yang bekerja bisa menjadi peserta, dengan syarat waktu mendaftar usia di bawah 65 tahun serta membayar iuran setiap bulannya.
"Santunan yang diterima ahli waris diharapkan bisa dimanfaatkan sebagai modal usaha, sehingga perekonomian keluarga tersebut tetap berjalan. Jadi tidak akan menimbulkan kemiskinan baru," tambahnya. (nur)
Editor : Kimda Farida