Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

PIN Polio Tahap II Digelar Mulai Besok, IDAI NTB Pantau Kejadian Pasca Imunisasi

Yuyun Kutari • Senin, 22 Juli 2024 | 09:42 WIB

Adapun jumlah sasaran imunisasi polio di Bumi Gora adalah 820.487 anak.

Rinciannya, Kabupaten Lombok Barat 111.835 sasaran, Lombok Tengah 151.608 sasaran, Lombok Timur 219.458 sasaran, Lombok Utara 40.529 sasaran, Kota Mataram 62.034 sasaran, Sumbawa Barat 23.890 sasaran, Sumbawa 71.563 sasaran, Dompu 37.323 sasaran, Kabupaten Bima 77.941 sasaran, dan Kota Bima 24.570 sasaran.

Vaksin yang disediakan untuk PIN Polio ini sebanyak 2.051.800 dosis, jenis novel Oral Polio Vaccine type 2 (nOPV2). Cara pemberian vaksin jenis ini, dengan meneteskan tetes vaksin ke dalam mulut bayi dan anak-anak yang menjadi sasaran.

Pemantauan KIPI Polio menjadi atensi.

Ini untuk menjawab kegelisahan dan kekhawatiran orang tua akan kondisi sang buah hati, usai menjalani imunisasi.

“Dari tingkat nasional, provinsi hingga kabupaten dan kota, semuanya sudah siap mengawal PIN Polio ini,” tegasnya.

Eka mengungkapkan gejala KIPI Polio yang paling mudah dikenali adalah demam ringan, mual dan diare.

Ketika hal ini terjadi, siapapun bisa melaporkannya ke Puskesmas terdekat.

“Misalnya seorang warga ada anak dari keluarga atau tetangganya sesudah imunisasi ternyata menderita diare, silakan laporkan itu ke Puskesmas terdekat ya, jangan takut atau ragu,” ujar mantan kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB ini.

Kemudian, pihak Puskesmas meneruskan informasi itu ke tim KIPI kabupaten/kota.

Selanjutnya, dilakukan evaluasi terhadap setiap laporan dan data KIPI yang diterima serta membuat analisis dan rekomendasi tindak lanjut terhadap laporan tersebut.

”Contohnya ya, kalau anak ini diare, nanti kita cek fesesnya, kemudian dievaluasi agar kita tahu apakah itu murni karena imunisasi atau kadang-kadang ada penyakit bawaan bayi atau anak yang muncul bersamaan saat imunisasi, jadi yang terkait dengan PIN ini tetap menjadi perhatian kami,” tandasnya.

Pj Gubernur NTB Hassanudin meminta Dikes NTB dan instansi terkait untuk terus mensosialisasikan pelaksanaan PIN Polio Tahap 2.

Tujuannya, meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat untuk mengikuti PIN Polio.

Sehingga semua balita dan anak-anak di Bumi Gora terhindar dari bahaya virus polio. (yun/r11)

 

 

 

 

 

Editor : Kimda Farida
#Hari Anak Nasional (HAN) #kipi #Pekan Imunisasi Nasional Polio serentak #polio