LombokPost-Penataan area Pasar Seni Senggigi sudah dimulai akhir bulan ini.
Akan tetapi tidak seluruh bagian masuk dalam rencana penataan di aset Pemprov NTB itu.
Ini karena anggaran yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) itu hanya akan cair Rp 2,3 miliar dari total keuangan sebesar Rp 50 miliar.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) NTB Jamaluddin Maladi menerangkan, salah satu yang akan dibangun tahun ini adalah amphitheater atau tempat pertunjukan seni.
"Kalau tidak salah, tanggal 25 Juli ini sudah harus kontrak," jelasnya.
Sehingga dia memastikan di akhir bulan ini juga pekerjaan sudah dimulai. Jamaluddin mengaku, tahun ini tidak akan rehab total.
Dengan begitu, para pengusaha yang bangunannya tidak terkena gusur, masih bisa beroperasi.
"Sampai Agustus,itukan sudah habis kontraknya. Tapi karena belum semua kita bangun, kemungkinan masih bisa usaha," imbuhnya.
Pekerjaan secara besar-besaran akan diselesaikan di tahun 2025 mendatang.
Dengan pola penganggaran bertahap itu, memungkinkan hanya sebagian kecil saja pekerjaan yang bisa diselesaikan hingga akhir tahun 2024.
"Dengan penataan ini, kawasan Pasar Seni akan lebih menarik dan bisa menggaet banyak pengunjung. Para pengusaha sudah kita panggil sehingga tidak ada yang dirugikan," tutup Jamaluddin.
Kabid Destinasi Pariwisata Dispar NTB Chandra Aprinova menambahkan, di tahap pertama ini juga akan dibangun gapura dan tembok pembatas.
Konsep gapura ini mengusung ciri khas Lombok. Yaitu model berugak yang didesain lebih futuristik.
"Di sampingnya juga akan dibuatkan pagar. Kita sudah buatkan master plannya. Kalau mengacu master plan, fasilitasnya sangat lengkap," ujar Chandra. (bib/r11)
Editor : Kimda Farida