Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dinas Sosial Bantu Gerakkan Sasaran Imunisasi Polio

Yuyun Kutari • Selasa, 23 Juli 2024 | 19:22 WIB
Pendamping sosial (seragam merah) saat memantau kegiatan pemberian imunisasi Polio, di salah satu wilayah di Kabupaten Bima, Selasa (23/7)
Pendamping sosial (seragam merah) saat memantau kegiatan pemberian imunisasi Polio, di salah satu wilayah di Kabupaten Bima, Selasa (23/7)

LombokPost-Dinas Sosial (Dinsos) NTB mendukung pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio tahap II. Pemberian dosis pertama imunisasi, dengan sasaran anak usia 0-7 tahun berlangsung 23-29 Juli.

“Kami menggerakan seluruh pilar sosial seperti pendamping sosial PKH, TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan, Red), Sakti Peksos dan lainnya, untuk melakukan monitoring ke masyarakat luas tentang pentingnya ikut serta di kegiatan imunisasi Polio ini,” terang Kepala Dinsos NTB Ahsanul Khalik, Selasa (23/7).

Para pilar sosial ini merupakan pengawas langsung bantuan sosial yang diterima masyakat, baik penerima bansos PKH, BPNT atau bansos yang bersumber dari pemerintah daerah (pemda).  

Khusus penerima bansos PKH, mereka memiliki anggota keluarga dengan komponen kesehatan, yang di dalamnya ada kategori ibu hamil dan balita. Data sasaran penerima bansos tersebut secara regular wajib hadir dalam kegiatan posyandu.

“Sehingga pada kegiatan PIN Polio, mereka harus hadir seperti biasa untuk membawa anak balita agar mendapatkan imunisasi Polio dari petugas kesehatan di lokasi Posyandu,” jelasnya.

Saat ini, seluruh pendamping sosial PKH, TKSK, Sakti Peksos di seluruh kabupaten dan kota, telah bergerak melakukan monitoring tersebut, sebagai bentuk verifikasi kehadiran keluarga penerima manfaat (KPM), dengan membawa anak balita di fasilitas Pelayanan Kesehatan terdekat yang telah disiapkan.

Misalnya di hari pertama pelaksanaan PIN Polio, pihaknya turun langsung bersama pendamping sosial di lokasi verifikasi kehadiran KPM Penerima bansos di Desa Ombe Baru dan Desa Lelede, Kecamatan Kediri, Lombok Barat. Di Desa Ombe Baru terdapat 47 Balita dan Desa Lelede 69 Balita.

Hal yang sama juga dilakukan oleh pendamping sosial di wilayah lain se-NTB. Dirinya mengapresiasi dukungan yang diberikan dalam menyukseskan PIN Polio di NTB.

“Untuk seluruh kepala dinas sosial kabupaten dan kota, dimohon untuk tetap mengedepankan sinergitas dengan petugas kesehatan, supaya apa yang kita cita-citakan yaitu anak sehat, keluarga bahagia, daerah sejahtera dapat tercapai,” pungkasnya.

Warga Penerima PKH, Lisanti, 30 tahun asal Dusun Lede Dese, Desa Lelede antusias akan hadirnya PIN Polio tersebut. 

“Ini sangat bermanfaat untuk anak kami, apalagi dua anak saya, satu di usia balita dan satu lagi di usia anak pra sekolah, bisa mendapatkan imunisasi Polio ini, saya juga sebagai orang awam jadi ikut memahami pentingnya imunisasi ini,” ujarnya.

Kepala Dusun Lede Dese, Desa Lelede Sahabudin turut mengapresiasi kegiatan PIN Polio ini, dimana hal tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat. Dengan cakupan imunisasi yang tinggi dan merata di setiap wilayah tanpa terkecuali anak akan terhindar dari virus Polio.

“Agar anak balita di kampung kami bisa sehat, dengan ini kami bisa mencegah penularan penyakit Polio itu,” kata dia. (yun)

Editor : Akbar Sirinawa
#pekan imunisasi nasional #bantuan sosial #Kesehatan #Ibu Hamil #polio #Balita