MATARAM-Dinas Perhubungan (Dishub) NTB berharap pemda, pemdes hingga masyarakat di Lombok Tengah (Loteng), bersama-sama menjaga komponen Penerangan Jalan Umum (PJU).
Terutama di jalan bypass Mandalika. Seperti diketahui, komponen PJU di jalan tersebut kerap jadi sasaran pencurian.
Kepala Dishub NTB Lalu Moh Faozal mengatakan, tanpa saling menyalahkan, dirinya berharap Pemda Loteng dan unsur pemdes yang dilalui bypass BIL-Mandalika, turut membantu pemprov dan pemerintah pusat menjaga dan memelihara barang milik negara tersebut.
”Mereka seharusnya bisa peduli, kita sama-sama memelihara barang ini. Jangan semua dibebankan ke Dishub NTB apalagi pemerintah pusat. Karena yang paling dekat dengan masyarakat ada pemkab dan pemerintah desa, ini tanpa harus saling menyalahkan ya,” tegasnya, saat ditemui, Selasa (30/7).
Dengan aksi pencurian komponen PJU ini dilakukan berulang-ulang, Dishub NTB mengaku malu akan kondisi tersebut.
”Berulang-ulang kejadian ini kan malu juga. Ini fasilitas negara yang seharusnya dijaga malah isunya menjadi tidak menarik jelang MotoGP. Ini event internasional lagi, jadi marilah kita sama-sama jaga,” jelasnya.
Fasilitas PJU diakuinya tidak bisa dijaga terus menerus. Namun, Pemkab Loteng dan pemerintah desa harus hadir memberikan sosialisasi kepada masyarakat.
Diberikan kesadaran bahwa kehadiran PJU adalah bentuk perlindungan pemerintah akan keselamatan, keamanan dan kenyamanan bagi pengguna jalan.
”Maka harus dirawat bersama-sama, apalagi di situ nggak kehitung berapa kali kecelakaan, kan masyarakat kita yang rugi juga,” ujar mantan kepala Dinas Pariwisata (Dispar) NTB ini.
Adanya kejadian tersebut, Dishub NTB belum memiliki rencana akan memasang komponen PJU yang hilang dalam waktu dekat.
Pihaknya sedang melihat kesesuaian antara pelaksanaan event dengan fasilitas yang akan dibenahi.
“Jangan sampai telanjur dibenahi sebelum event dengan jeda waktu yang cukup panjang, kita nggak tahu lagi nanti hilang lagi, gimana kita mau cari anggaran kalau setiap hari kita benahi ini-ini saja,” kata Faozal.
Panjang jalan bypass BIL-Mandalika adalah 17,3 kilometer.
Di beberapa ruas jalan tersebut, pasti ditemukan alat yang bermasalah. Entah kabel yang hilang, boks panel, atau komponen lainnya. Sehingga kerugian negara ditaksir bisa mencapai Rp 3 miliar.
”Ini sudah kita benahi malah sekarang yang hilang itu boks panel, kemarin kabel, sudah pasang di permukaan biar nggak kecurian tetapi secara etika juga tidak bagus. Sekali lagi saya berharap pemkab dan semua unsur tingkat desa, ayo peduli dengan ini. Malu kita kalau begini terus,” tandasnya.
Sebelumnya, Kepala Dishub Loteng Lalu Herdan mengatakan masih maraknya aksi pencurian kabel PJU kemudian boks panel, menjadi pembicaraan tingkat pusat.
Sebab berulang kali terjadi dan seakan-akan pemda tidak memiliki tanggung jawab memelihara.
“Iya mau bagaimana, ditanam sudah, digantung juga sudah tapi masih saja ada (pencurian)," kata Herdan. (yun/r11)
Editor : Kimda Farida