LombokPost-Balapan MotoGP Mandalika 2024 dipastikan steril dari atribut politik. Ini telah disepakati dalam melalui rapat koordinasi, di Mataram, Kamis (5/9).
”Kami sampaikan di rakor agar event ini tidak dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk kepentingan kampanye,” tegas Ketua Bawaslu Lombok Tengah (Loteng) Lalu Fauzan Hadi.
Bawaslu mengingatkan peserta Pilkada serentak 2024, dilarang memasang Alat Peraga Kampanye (APK) di sembarang tempat.
Tidak dipungkiri, balap motor Internasional ini akan disaksikan puluhan ribu pasang mata.
Masyarakat yang datang bisa dari berbagai kalangan dan asal, baik itu penonton lokal dari NTB, di luar daerah NTB dan mancanegara.
Bagi pihak tertentu, ini bisa menjadi kesempatan emas untuk memperkenalkan siapa jagoannya selama Pilkada 2024.
Di hadapan khalayak ramai, bisa saja dengan leluasa membagikan brosur, pamflet atau berbagai macam selebaran lainnya yang mengandung unsur kampanye.
”Situasi ini yang kami antisipasi betul, jangan sampai ada atribut-atribut partai politik atau apapun terkait pasangan calon tertentu, ada selama pelaksanaan event MotoGP ini,” jelas dia.
Ia meminta partai politik, tim sukses dan pasangan calon yang maju di Pilkada serentak 2024, untuk sama-sama berkolaborasi untuk menyukseskan gawe nasional ini.
Untuk mengantisipasi sekaligus memastikan, agar atribut terkait kampanye klir selama penyelenggaraan event MotoGP Mandalika, Bawaslu Loteng berencana akan menerjunkan tim langsung ke lokasi kegiatan.
”Ada rencana seperti itu, dan jika nanti pihak penyelenggara atau keamanan menemukan tim jajaran kami di sana, harap dimaklumi karena ini sudah menjadi bagian dari tugas kami,” tandas Fauzan.
Karo Ops Polda NTB Kombes Abu Bakar Tertusi mengatakan, pihaknya siap berkoordinasi dan bersinergi dengan Bawaslu Loteng.
”Kalau memang ada temuan, tolong disampaikan kepada kami dan ITDC,” terangnya.
Dirinya menegaskan segala sesuatu yang berhubungan APK dan yang terkait dengan itu, tidak diperbolehkan.
“Ini tidak kami izinkan juga pada saat memasuki lokasi kawasan Mandalika,” jelas dia.
Pengamanan akan diperketat pada pos sekat. Semua personel keamanan yang terlibat akan diingatkan kembali oleh Polda NTB.
”Kalau ada yang memakai kendaraan atau atribut partai politik atau pasangan calon tertentu, tidak ada kami izinkan masuk, itu bukan area kampanye, mudah-mudahan ini bisa dipahami oleh kita semua,” pungkasnya. (yun/r11)
Editor : Kimda Farida