Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Persiapan Program Makan Gratis Siswa, Pemprov Identifikasi Lahan Potensial Peternakan Sapi

Habibul Adnan • Selasa, 10 September 2024 | 15:40 WIB
DUKUNG MAKAN BERGIZI: Salah satu kandang peternakan sapi di Loteng. Ke depan, akan ada tempat khusus peternakan sekaligus produksi susu sapi. (Habib/Lombok Post)
DUKUNG MAKAN BERGIZI: Salah satu kandang peternakan sapi di Loteng. Ke depan, akan ada tempat khusus peternakan sekaligus produksi susu sapi. (Habib/Lombok Post)

LombokPost--Pemprov NTB saat ini tengah mengidentifikasi lahan-lahan potensial untuk peternakan sapi potong dan sapi perah.

Di lokasi tersebut direncanakan sekaligus sebagai tempat pengembangan produksi susu untuk menunjang program makanan gratis kepada siswa sekolah.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB Muhamad Riadi mengatakan, identifikasi lahan ini sudah berjalan sekitar satu tahun.

"Lahan itu sudah kita input, kita sudah turun klarifikasi. Itu kemudian yang akan ditawarkan kepada investor," jelasnya.

Investor yang kemudian akan mengembangkan lahan tersebut. Yaitu mulai dari kegiatan pemeliharaan ternak sapi hingga produksi susu.

"Jangan dipikir lahan itu dibiayai sama pemerintah. Kita persilahkan siapa yang berminat berinvestasi," ujar Riadi.

Tapi yang perlu dicatat, investor yang berminat berinvestasi harus menyediakan tempat produksi susu terlebih dahulu.

Setelah ada kepastian produksi, baru diizinkan untuk pelihara sapi.

"Silahkan investasi tapi harus ada industrinya, ini yang kita harapkan," katanya.

Karena tidak ada artinya banyak pelihara sapi perah, tapi tidak ada tempat produksi.

Sebab, target dari program ini adalah, mampu memenuhi kebutuhan susu sebanyak-banyaknya untuk konsumsi anak-anak sekolah.

"Karena kebijakannya nanti akan diserap dari produk lokal. Susu diproduksi di NTB untuk kebutuhan NTB," imbuhnya.

Rencana lokasi pengembangan peternakan sapi ini akan memanfaatkan lahan-lahan melimpah air dan sejuk.

Karena itu, lokasi yang telah diidentifikasi itu ada di lereng Gunung Rinjani.

"Ada di Batukliang Utara, Suela, Tetebatu, dan lain sebagainya. Butuh suhu sejuk, tidak boleh kekurangan air," jelasnya lagi.

Intinya, tegas Riadi, ada banyak sekali lokasi yang cocok. Selanjutnya tinggal komitmen dari investor, apakah serius menanamkan modal atau tidak.

“Kita sudah bicara sama investor, salah satunya orang China. Kami menunggu progres berikutnya," katanya.

Untuk kepentingan pelaksanaan makanan bergizi gratis ini, di samping akan memenuhi kebutuhan susu, daerah juga diminta menyediakan stok telur yang cukup.

"Ini kita dorong peternak menambah populasi ternaknya, sehingga kebutuhan kita penuhi secara mandiri, karena semua daerah akan butuh," pungkas Riadi. (bib/r11)

 

Editor : Kimda Farida
#makan siang gratis #Pemprov NTB