Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Santri Preneur Gagas Muslim Fashion Industry, Disperin NTB Gelar Bimtek Wirausaha Bidang Fashion

Halil E.D.C • Jumat, 20 September 2024 | 08:51 WIB
Kadis Perindustrian NTB Hj. Nuryanti, SE., ME (lima dari kanan)  bersama Pimpinan Yayasan Nurul Hakim TGH Muharrar Mahfuz dan peserta bimtek di Yayasan Ponpes Nurul Hakim, Kediri, Lombok Barat.
Kadis Perindustrian NTB Hj. Nuryanti, SE., ME (lima dari kanan) bersama Pimpinan Yayasan Nurul Hakim TGH Muharrar Mahfuz dan peserta bimtek di Yayasan Ponpes Nurul Hakim, Kediri, Lombok Barat.

LombokPost-Dinas Perindustrian (Disperin) Provinsi NTB menggelar bimbingan teknis (bimtek) wirausaha baru di bidang fashion bagi Industri Kecil Menengah (IKM) Kabupaten Lombok Barat.

Bimtek tersebut bertujuan untuk memberikan pembekalan dan keterampilan kepada wirausaha baru, khususnya di sektor fashion, agar mampu bersaing di pasar lokal maupun nasional.

Kegiatan yang berlangsung sejak 18-20 September di Yayasan Pondok Pesantren Nurul Hakim, Kediri, Lombok Barat tersebut diikuti peserta dari berbagai latar belakang industri kreatif. Fokus utama pada pengembangan usaha dan inovasi produk fashion yang berbasis lokal.

Kepala Dinas Perindustrian NTB Hj. Nuryanti, SE., ME dalam sambutannya mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari visi besar Provinsi NTB. Yaitu mewujudkan NTB sebagai salah satu pusat industri kreatif di Indonesia.

"Kita berharap, dari kegiatan ini, akan lahir wirausaha-wirausaha muda yang tidak hanya kreatif tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan tren fashion global," kata Hj. Nuryanti.

Pimpinan Yayasan Nurul Hakim, Kediri, Lobar TGH Muharrar Mahfuz dalam sambutannya menyatakan apresiasi yang tinggi atas inisiatif Dinas Perindustrian NTB yang turut mendorong pemberdayaan ekonomi umat melalui wirausaha di bidang fashion.

TGH Muharrar menekankan pentingnya sinergi antara dunia usaha dengan lembaga pendidikan dalam melahirkan santri preneur yang kreatif dan inovatif.

Sementara itu, peserta bimtek sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Terlihat dari semangat mereka dalam menyerap setiap materi dan keterampilan yang diberikan.

Kegiatan tersebut tidak hanya sebagai ajang pengembangan potensi santri, tetapi juga menjadi wadah untuk menciptakan santri preneur yang diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi lokal. Dengan mengedepankan nilai-nilai ke Islaman dalam pengembangan usaha di bidang fashion.

“Acara ini juga menjadi wadah untuk mengembangkan potensi santri sebagai santri preneur. Yang diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal melalui pengembangan usaha di bidang fashion yang berbasis nilai-nilai ke Islaman,” kata Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Perindustrian NTB, Dr. Aryanti Dwiyani, M.Pd.

Sentra Cokelat KLU

Sementara itu, sebanyak 10 Industri Kecil Menengah (IKM) di Kabupaten Lombok Utara (KLU) mendapatkan Bimtek Wirausaha Baru (WUB) pengolahan cokelat.

Bimtek bertujuan meningkatkan kapasitas dan kualitas produk cokelat lokal, baik terkait rasa maupun kesehatan. Selain itu, mendukung pembangunan usaha ekonomi kreatif lokal masyarakat, mendorong kreativitas produksi, dan pengembangan usaha sebagai produk makanan khas NTB.

“Melalui kegiatan ini diharapkan ke depan produk cokelat KLU mampu bersaing di pasar nasional dan internasional,” kata Hj Nuryanti.

Menurutnya, KLU merupakan daerah penghasil cokelat utama di NTB. Pemanfaatan komoditas ini perlu dimasifkan untuk menghasilkan

porduk turunan yang berkualitas. Baik secara diolah menjadi cokelat bubuk ataupun bahan tambahan.

”Melalui bimtek ini, SDM di sentra cokelat menjadi semakin profesional, semakin kuat, kreatif, dan inovatif, serta semakin berkembang,” katanya.

Keberhasilan pada pengembangan sektor ini dapat berdampak pada sumber daya manusia IKM. Selain itu, membuka lapangan pekerjaan, serta dapat meningkatkan pendapatan IKM di NTB.

Disperin NTB terus berupaya memberikan dan membuka jalan bagi industri yang ada di NTB. Selain itu, menjalin kesinambungan serta bussines matching di setiap pelatihan yang digelar. ”Ini sebagai upaya memperkenalkan produk-produk di berbagai lokasi kegiatan ke seluruh wilayah, khususnya NTB,” katanya.

Sementara itu, KLU memiliki sentra cokelat di Kampung Cokelat Senara, Desa Genggelang, Kecamatan Gangga. Kawasan ini menjadi pusat produksi komoditas cokelat terbesar di KLU, bahkan di NTB.

Kepala Diskoperindag KLU H Nurdin Haris mengatakan, Bimtek WUB ini merupakan bentuk dukungan pemerintah pada pelaku industri di KLU, khususnya industri cokelat.

      “KLU memiliki potensi komoditas perkebunan yang melimpah. Baik itu, cokelat, vanili, kopi, madu, dan komoditas lainnya,” katanya.

Potensi ini sangat penting untuk dikembangkan dengan mengolah bahan baku menjadi barang setengah jadi, maupun barang jadi. ”Bagaimana petani cokelat ini menghasilkan produk turunan berkualitas, serta mengembangkan usaha taninya dengan menjalin kerja sama dengan pihak luar sebagai mitra,” katanya. (lil)

Editor : Haliludin