Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Presiden Jokowi Resmikan Smelter Tembaga AMMAN: Babak Baru dalam Hilirisasi Industri

Marthadi • Senin, 23 September 2024 | 20:55 WIB

Presiden Jokowi didampingi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri BUMN Erick Thohir, Presiden Komisaris PT AMMAN Hilmi Panigoro, dan Pj Gubernur NTB Hassanudin menekan tombol sirine peresmian smelter
Presiden Jokowi didampingi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri BUMN Erick Thohir, Presiden Komisaris PT AMMAN Hilmi Panigoro, dan Pj Gubernur NTB Hassanudin menekan tombol sirine peresmian smelter
LombokPost-Smelter tembaga dan pemurnian logam mulia PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN) di Kabupaten Sumbawa Barat, diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), Senin (23/9).

”Diresmikannya smelter AMMAN ini menandai Indonesia telah memasuki babak baru dalam hilirisasi industri tembaga, dan menyongsong Indonesia menjadi negara industri maju dengan mengelola sumber daya alamnya sendiri,” kata Presiden Jokowi dalam sambutannya.

Presiden berharap, kehadiran smelter benar-benar memberikan multiplier effect, baik bagi masyarakat maupun daerah.

”Semoga PDRB (produk domestik regional bruto) Kabupaten Sumbawa Barat maupun Nusa Tenggara Barat semakin baik,” katanya.

Sebelumnya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang hadir mendampingi presiden menegaskan, smelter ini adalah yang pertama milik pengusaha nasional.

”AMMAN adalah perusahaan yang meletakkan awal sejarah panjang untuk membangun hilirisasi di sektor tembaga,” katanya di depan Presiden Jokowi, Menteri BUMN Erick Thohir, jajaran komisaris dan direksi AMMAN. Hadir juga Pj Gubernur NTB Hassanudin dan Bupati KSB W Musyafirin.  

Presiden Komisaris PT AMMAN Hilmi Panigoro menyampaikan, pembangunan smelter yang merupakan salah satu proyek strategis nasional, adalah wujud nyata komitmen AMMAN mengembangkan industri pertambangan di Indonesia.

Konstruksi mega proyek smelter, lengkap dengan fasilitas pendukungnya diselesaikan dalam kurun waktu 14 bulan. Itu sesuai target yang ditetapkan pemerintah Indonesia.

”Pembangunan fisik mega proyek ini merupakan salah satu yang tercepat di dunia untuk skala proyek serupa. Untuk capaian itu, saya ucapkan terima kasih kepada pemerintah, karyawan, mitra bisnis, dan masyarakat yang terlibat dan memberikan dukungan yang luar biasa,” ujar Hilmi. 

Dengan beroperasinya smelter tembaga ini, pihaknya berharap posisi Indonesia di rantai pasok global tembaga akan semakin kuat.

Dia pun berharap keberadaan smelter ini mampu mendukung upaya pemerintah mendorong dan menjaga resiliensi ekonomi dalam negeri melalui sektor pertambangan.

Dengan diresmikannya fasilitas ini, kini AMMAN bertransformasi menjadi operasi pertambangan yang terintegrasi penuh, mulai dari eksplorasi, penambangan, pemrosesan, dan mulai tahun ini, pemurnian melalui smelter tembaga dan logam mulia.

Baca Juga: Ditetapkan MA Masuk Wilayah Loteng, Warga Nambung Masih Nyoblos di Lombok Barat

Fasilitas ini menggunakan teknologi canggih Double Flash Smelting, yang menggabungkan proses flash smelting dan flash converting.

Memanfaatkan teknologi mutakhir dari berbagai negara, AMMAN memproduksi tembaga berkualitas premium dengan tetap mematuhi standar keselamatan tertinggi dan menjaga kelestarian lingkungan.

Proses konstruksi smelter tembaga dan pemurnian logam mulia AMMAN ini melibatkan sekitar 7.000 tenaga kerja.

Sekitar 80 persen pekerja merupakan tenaga kerja lokal asal berbagai wilayah di Indonesia dari berbagai disiplin ilmu.

Salah satunya dari Provinsi NTB dengan persentase yang cukup signifikan. Berbagai program pelatihan vokasi telah diberikan kepada pekerja lokal agar mereka turut berperan aktif dalam pembangunan proyek ini.

Di sisi lain, untuk memastikan transisi operasional berjalan lancar, lebih dari 150 karyawan telah menjalani pelatihan khusus di salah satu smelter tembaga terbesar di Daratan Tiongkok, yang memiliki pengalaman lebih dari 50 tahun di industri ini.

Produksi katoda tembaga pertama yang menandakan dimulainya operasional smelter dijadwalkan pada kuartal keempat tahun 2024.

Saat ini, smelter tembaga AMMAN masih dalam tahap komisioning selama 4-5 bulan, terhitung dari Juni 2024. Dimana pada tahapan ini tungku smelter mulai dipanaskan dan konsentrat tembaga akan mulai dimasukkan ke smelter.

Smelter tembaga AMMAN mampu menampung kapasitas input hingga 900 kilo ton per tahun (ktpa) konsentrat dari tambang Batu Hijau dan tambang Elang di masa mendatang.

Produk dari fasilitas peleburan ini akan berupa katoda tembaga yang mencapai 222 ktpa dengan kemurnian 99,99 persen dan asam sulfat mencapai 830 ktpa dengan kemurnian 98,5 persen.

Selain itu, fasilitas pemurnian logam mulia akan menghasilkan 18 ton per tahun (tpa) emas olahan dengan kemurnian 99,99 persen, 55 tpa perak olahan dengan kemurnian 99,95 persen, serta 77 tpa selenium dengan kemurnian 99,9 persen. (*)

Editor : Marthadi
#tembaga #peresmian #Smelter #Jokowi #Amman