Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pemprov Genjot Peningkatan Gabah Kering Giling, Optimistis Produksi Padi Lampaui Target

Yuyun Kutari • Kamis, 3 Oktober 2024 | 13:16 WIB
INGIN YANG TERBAIK: Untuk menghasilkan kualitas beras yang baik, petani dengan telaten menjemur gabah mereka di bawah sinar matahari.
INGIN YANG TERBAIK: Untuk menghasilkan kualitas beras yang baik, petani dengan telaten menjemur gabah mereka di bawah sinar matahari.

LombokPost-Pemerintah terus memastikan adanya peningkatan produksi Gabah Kering Giling (GKG), dari luasan lahan pertanian yang tersedia di wilayah NTB.

”Januari hingga akhir September, lahan seluas 249.802 hektare sudah memanen padi,” terang Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) NTB H Muhammad Taufiek, pada Lombok Post, Rabu (2/10).

Rinciannya, Januari 5.971 hektare, Februari 7.003 hektare, Maret 34.788 hektare, April 71.277 hektare, Mei 54.179 hektare, Juni 21.527 hektare, Juli 23.746 hektare, Agustus 22.429 hektare, dan September 8.884 hektare.

Dari luasan tersebut, hasil panen petani di Bumi Gora periode Januari hingga akhir September menyentuh angka 1.262.208 Ton GKG.

Pihaknya optimistis, target produksi GKG selama tahun ini sebesar 1,4 juta ton akan tercapai.

”Jika kita lihat capaian hingga September, NTB berpotensi melampaui capaian 2023 sebesar 1,54 juta ton, di mana 2023 tanpa kondisi El Nino,” ujarnya.

Tercapainya target produksi GKG di NTB, menurut Taufiek, tidak terlepas dari program pompanisasi dan irigasi perpompaan.

Hasil kerja sama antara Kementerian Pertanian (Kementan), dengan Pemprov NTB serta kabupaten dan kota.

Distribusi program pompanisasi dilakukan secara bertahap oleh Kementan.

Dari usulan 6 ribu unit, yang sudah diterima Pemprov NTB sebanyak 800 unit lebih pompa, dan yang sudah terpasang dan dimanfaatkan petani ada 500 unit lebih.

Meski begitu, jumlah tersebut merupakan tambahan dari pompa eksisting yang sudah saat ada saat ini.

Dari data Distanbun NTB, terhitung sejak 2019-2023, sebanyak 1.700 lebih unit pompa eksisting telah membantu penyediaan air untuk sawah petani.

Selain pompanisasi, Kementan juga telah menyalurkan sebanyak 144 unit irigasi perpompaan.

Di irigasi perpompaan, setiap kelompok tani mendapatkan bantuan senilai Rp 112,8 juta.

Dana itu dipakai untuk pengadaan pompa, pengadaan perpipaan, pengadaan rumah pompa dan kantong atau bak penampung.

Ini untuk mendukung optimalisasi persawahan, khususnya lahan sawah tadah hujan.

“Dengan berbagai upaya yang kita lakukan, kekeringan akibat El Nino dapat diminimalisir, terutama terhadap produksi padi NTB, tetapi yang kami lihat ini sudah tidak ada dampak lagi, karena itu tadi produksi GKG kita akan mencapai target,” tandasnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTB Wahyudin mengatakan sektor pertanian memegang peran vital dalam pembangunan ekonomi dan ketahanan pangan di NTB.

”Mayoritas penduduk NTB menggantungkan hidup pada sektor pertanian,” katanya. (yun/r11)

Editor : Kimda Farida
#perkebunan #Padi #kementerian pertanian (kementan) #Pompanisasi #irigasi perpompaan