Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Basarnas Mataram Gelar Pelatihan Teknis Potensi SAR Pertolongan di Permukaan Air

Hamdani Wathoni • Rabu, 9 Oktober 2024 | 10:24 WIB
TINGKATKAN KAPASITAS: Basarnas Mataram menggelar acara pembukaan pelatihan teknis Potensi SAR Pertolongan di permukaan air di Hotel Lombok Plaza, Rabu (9/10).
TINGKATKAN KAPASITAS: Basarnas Mataram menggelar acara pembukaan pelatihan teknis Potensi SAR Pertolongan di permukaan air di Hotel Lombok Plaza, Rabu (9/10).

LombokPost--Basarnas Mataram menggelar kegiatan pelatihan teknis bagi Potensi SAR terkait pertolongan di permukaan air.

Pelatihan yang akan dilaksanakan selama enam hari ini dibuka di Hotel Lombok Plaza Mataram, Rabu (9/10).

"Kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan pengetahuan dan pertolongan kecelakaan yang terjadi di air. Menambah kemampuan dan keterampilan Potensi SAR dalam memberikan pertolongan," jelas Ida Bagus Surya Wirawan, kasi sumber daya Basarnas Mataram selaku ketua panitia.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan tim potensi SAR siap siaga, cepat, tepat, handal dalam memberikan pertolongan.

Ida Bagus memaparkan total ada 50 peserta yang mengikuti pelatihan.

Ditambah 10 instruktur dari Kantor Basarnas Mataram, hingga observer dari Kantor Pusat Basarnas.

Pelaksanaan pelatihan yang dibiayai Basarnas pusat ini akan dilaksanakan di beberapa tempat.

Mulai dari pelatihan materi di Hotel Lombok Plaza, Asrama Haji, hingga pelatihan lapangan di Kolam Renang Anjani, hingga Pantai Loang Baloq. 

Mochammad Hernanto, Kepala Biro Kepegawaian dan Organisasi Tata Laksana Basarnas pusat menjelaskan jika salah satu tugas Basarnas adalah menyelenggarakan pelatihan dan pendidikan teknis terhadap Potensi SAR.

Agar bisa membantu dalam melakukan pencarian dan pertolongan.

"Saat ini Basarnas dituntut untuk melatih instansi dan organisasi masyarakat Potensi SAR. Basarnas tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan pihak terkait, termasuk Potensi SAR ini," bukanya dalam sambutannya.

Basarnas dikatakan Hernanto memiliki 4.000 personel se-Indonesia.

Jumlah ini dibagi menjadi 43 Kantor Sar dan 60 lebih pos dan 70 lebih siaga SAR. Jumlah ini tentu sangat terbatas dengan wilayah Indonesia yang begitu luas.

"Maka, kami mempunyai kewajiban berbagi ilmu, menyamakan visi dan misi dalam menjalankan tugas kemanusiaan. Baik subtansi, SOP dan teknis," paparnya.

Hernanto berharap dengan enam hari waktu pelatihan ini, peserta dari Potensi SAR bisa memaksimalkan ilmu yang diberikan.

"Harus kritis, banyak bertanya, agar ilmu yang diberikan bisa benar-benar diterima dan dimanfaatkan ketika dibutuhkan," imbaunya.

Sementara Wali Kota Mataram diwakili Plt Kepala BPBD Kota Mataram Irwan Rahadi menyebut jika NTB merupakan daerah rawan bencana. Baik bencana alam maupun bencana yang disebabkan oleh aktivitas manusia.

Sehingga kegiatan pelatihan seperti ini disebut sebagai langkah strategis mencegah terjadinya risiko buruk jika terjadi bencana atau musibah yang dihadapi masyarakat.

"Ancaman musibah tidak hanya terjadi di darat tetapi laut dan udara. Maka, kita harus siap," ucapnya. 

Pencarian dan pertolongan ditegaskannya bukan hanya tugas Basarnas, tetapi tugas kemanusiaan bersama. Sehingga dibutuhkan peningkatan kapasitas SDM dam manajemen dalam memberikan pertolongan. (ton)

Editor : Kimda Farida
#Basarnas Mataram