Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

BPPD NTB Atensi Keluhan Wisatawan soal Sampah di Sembalun

Yuyun Kutari • Selasa, 15 Oktober 2024 | 10:00 WIB
Keindahan alam dan sejuknya udara du destinasi wisata Sembalun, yang terletak di Taman Nasional Gunung Rinjani, kerap dirindukan oleh wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
Keindahan alam dan sejuknya udara du destinasi wisata Sembalun, yang terletak di Taman Nasional Gunung Rinjani, kerap dirindukan oleh wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

LombokPost-Di balik keindahan setiap destinasi wisata, ada jejak tak sedap dipandang mata terhadap lingkungan sekitarnya, yakni sampah.

Sekarang, sampah telah menjadi salah satu permasalahan terbesar dalam setiap kegiatan pariwisata.

Melalui unggahan video di akun sosial media tiktok Wisata Sembalun, seorang wisatawan mengeluhkan sampah, di salah satu titik destinasi wisata Sembalun, tepatnya di Bukit Selong.

Menurutnya, Sembalun menyajikan pemandangan yang sungguh menakjubkan, apalagi dilihat dari atas bukit.

Sayangnya kondisi lingkungan di sekelilingnya tampak kotor dan jorok.

Baca Juga: Umumkan Tidak Akan Kembali ke RIIZE, Seunghan Tulis Surat Menyentuh untuk Penggemar

Unggahan video berdurasi 21 detik itu lantas viral di sosial media, dimana telah ditonton lebih dari 700 ribu kali penayangan, dan mendapatkan 1.500 lebih komentar dari warganet.

Merespons keluhan tersebut, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB H Sahlan M Saleh mengungkapkan keterlibatan masyarakat dan pelaku usaha dalam memenuhi standar kebersihan harus sejalan dengan indahnya destinasi wisata, seperti di Sembalun.

“Ini harus jadi atensi,” terangnya.

BPPD juga tidak tinggal diam. Pihaknya berencana melakukan komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur, untuk mengambil langkah strategis terhadap keluhanan wisatawan terhadap kebersihan dan tata kelola destinasi kebanggaan Bumi Gora ini.

Baca Juga: Toga dan Toma Berharap Zul-Uhel Pimpin NTB

Karena sesungguhnya pengelolaan destinasi tidak bisa dilepas begitu saja pada masyarakat, tetapi harus melalui pembinaan dan ditentukan aturan yang mendukung, agar bersama-sama menjaga lingkungan.

“Karena tupoksi kami adalah promosi, sehingga keluhan ini akan mejadi atensi kami di setiap kesempatan untuk disampaikan pada pihak terkait agar supaya tidak mejadi isu yang mengganggu nilai promosi,” kata pria yang juga ketua ASTINDO NTB ini.

Di samping itu, Sahlan meminta, apa yang dikeluhkan wisatawan tersebut, jangan dinilai sebagai tindakan yang tidak pantas, atau kurang beretika.

Anggap itu adalah masukan agar semua pihak terkait bisa berbenah dan melek terhadap situasi yang sebenarnya di lapangan.

“Masukan dari wisatawan ini sudah menjadi perhatian kami di BPPD bahkan sebelum kami masuk dalam kepengurusan BPPD, pengelolaan destinasi yang kurang memenuhi standar menjadi tanggung jawab kita bersama bukan hanya tanggung jawab pemerintah,” tandasnya. (yun)

Editor : Kimda Farida
#wisatawan #sembalun #bppd #Mancanegara #Taman Nasional Gunung Rinjani #NTB #Lombok Timur #destinasi wisata