Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kelompok Tani di Sembalun Terima Rp 500 Juta, Program Unit Pengolah Pupuk Organik

Yuyun Kutari • Selasa, 22 Oktober 2024 | 16:04 WIB
Pj Gubernur NTB Hassanudin didampingi Kepala Distanbun NTB H Muhammad Taufiek (kanan) saat meninjau langsung, kelompok usaha tani di Sembalun, yang mendapatkan bantuan program pemerintah.
Pj Gubernur NTB Hassanudin didampingi Kepala Distanbun NTB H Muhammad Taufiek (kanan) saat meninjau langsung, kelompok usaha tani di Sembalun, yang mendapatkan bantuan program pemerintah.

LombokPost--Kementerian Pertanian (Kementan) RI, melalui program Unit Pengolah Pupuk Organik (UPPO), memfasilitasi petani agar bisa memproduksi dan menggunakan pupuk organik.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) NTB Muhammad Taufiek mengungkapkan, untuk tahun ini Kementan menyalurkan bantuan tersebut, kepada satu kelompok petani di Sembalun.

”Mereka diberikan bantuan dana sebesar Rp 500 juta, satu kelompok tani beranggotakan 20 orang,” terangnya, pada Lombok Post.

Dana sejumlah itu, digunakan petani untuk menyiapkan unit pengolah pupuk beserta perlengkapannya. Seperti tangki penampungan, pengolahan kotoran dan air seni sapi, tangki pengolahan biogas, gudang, dan kendaraan roda tiga, mesin pencacah rumput.

“Dari dana itu juga, kelompok tani membeli 12 ekor sapi, satu ekor pejantan dan 11 ekor betina, di mana sapi-sapi itu menjadi sumber bahan baku pupuk organik dan biogas,” jelasnya.

Dari UPPO ini, Kementan bukan mendorong substitusi pupuk kimia ke pupuk organik untuk petani.

Tetapi, ini lebih mendorong penggunaan pupuk secara berimbang, karena zat hara yang dibutuhkan tanaman juga ada di pupuk anorganik.

“Jadi petani harus seimbang dalam menggunakan kedua pupuk tersebut, agar lahan pertanian mereka tetap sehat, produksi meningkat dan produktivitas melesat, itu yang kita inginkan,” kata dia.

Di samping itu, kelompok tani saat memanfaatkan program UPPO, disarankan tidak hanya berkutat pada aktivitas memproduksi pupuk organik dan biogas, namun diarahkan pada kegiatan sapi potong, seperti penggemukan.

“Ada 11 ekor sapi betina, ini diharapkan dapat melahirkan anak-anak sapi yang lebih banyak lagi, jadi ini perlu ada pengembangannya,” kata dia.

Selama proses penggemukan, sapi dipelihara dengan pakan berkualitas dan waktu yang singkat, untuk meningkatkan bobot badan dan produksi daging.

Kegiatan ini tentu memiliki nilai tambah ekonomi yang lebih tinggi, ketimbang sapi peranakan.

Pj Gubernur NTB Hassanudin berharap juga berharap kepada pendamping agar memahami sehingga nilai tambah meningkat.

Jadi harus dihitung betul. Sehingga betul-betul ada manfaat nilai ekonomi yang didapatkan setiap anggota kelompok. (yun/r11)

Editor : Kimda Farida
#kementerian pertanian (kementan) #Petani #Pupuk Organik