Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Lampaui Target RPJMD, Realisasi Investasi NTB Januari-Septemper Mencapai Rp 36,9 Triliun

Yuyun Kutari • Kamis, 31 Oktober 2024 | 06:12 WIB
Kepala DPMTSP NTB Wahyu Hidayat
Kepala DPMTSP NTB Wahyu Hidayat

LombokPost--Pemprov NTB terus memaksimalkan sumber daya yang ada, agar pengusaha atau investor mau menanamkan modalnya di NTB.

Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Wahyu Hidayat menjelaskan realisasi investasi di NTB terhitung selama Januari September, telah mencapai Rp 36.9 triliun.

“Jumlah ini telah melampaui target RPJMD (rencana pembangunan jangka menengah daerah, Red) NTB tahun ini, yang dipatok Rp 25,4 triliun, atau melampaui 145 persen,” jelasnya, Rabu (30/10).

Baca Juga: Manjakan Anabul Kesayangan dengan Grooming Rutin

Angka itu juga telah melampaui target nilai investasi, yang ditetapkan pemerintah pusat melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk Bumi Gora, sebesar Rp 26,9 triliun atau sudah melampaui 137 persen.

Dirinya mengungkapkan dalam realisasi investasi ini, sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih menjadi penyokong.

Fakta tersebut dapat dilihat berdasarkan data perkembangan realisasi investasi di kabupaten atau kota berdasarkan sektor pada Juli dan September.

“Angkanya untuk dua bulan ini saja Rp 5,8 triliun,” ujarnya.

Kemudian sektor berikutnya adalah Perindustrian dengan nilai realisasi investasi sebesar Rp 3,8 triliun, dan tempat ketiga adalah pariwisata dan ekonomi kreatif di angka Rp 1,4 triliun.

Baca Juga: Ditjen Pemasyarakatan Apresiasi Produk Warga Binaan Lapas Lobar Kanwil Kemenkumham NTB

Untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkelanjutan, kegiatan penanaman modal mempunyai peran penting, untuk memacu pertumbuhan ekonomi yang berdaya saing.

Agar NTB bisa mencapai pertumbuhan tersebut, ada cara atau upaya dalam peningkatan iklim Investasi dan realisasi investasi, tentu Pemprov NTB harus menjaga situasi yang kondusif di dalam daerah.

“Semakin membaiknya iklim investasi dapat ditunjukkan dengan semakin meningkatnya realisasi investasi baik PMA maupun PMDN ini,” tandasnya.

Kepala Bappeda NTB H Iswandi mengungkapkan bahwa pemprov saat ini, sedang berusaha untuk meningkatkan potensi di sektor non tambang. terlebih di dalam Perda Nomor 5 Tahun 2024 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi NTB Tahun 2024-2044, telah dipetakan kawasan yang memiliki potensi.

Potensi di bidang pertanian dan perkebunan dengan luasa laha mencapai 772.669 hektare, memiliki Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B) seluas 282.062 hektar.

Potensi besar didukung oleh 16 Daerah Irigasi Nasional, 35 Daerah Irigasi Provinsi, dan 440 Daerah Irigasi Kabupaten/Kota, dan 63 bangunan sumber daya air lainnya, ada bendungan dan embung.

Potensi kelautan dan perikanan, NTB memiliki perairan laut mencapai 2.388.501 hektar, terdiri dari perairan pesisir sejauh 12 mil laut dari garis pantai ke arah laut lepas dan 401 pulau-pulau kecil.

Baca Juga: Pasar dan Tempat Parkir di Mataram Rawan Pungli, Modusnya Masih Memakai Gaya Lama

Dengan ini, posisi NTB juga sangat strategis yakni berada di tengah Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II, di mana alur laut ini merupakan salah satu jalur penting yang melintasi kepulauan Indonesia.

Di sini, ada dukungan berupa fasilitas 7 pelabuhan perikanan dan 2 diantaranya adalah pelabuhan perikanan nusantara. Dengannya, kontribusi sub sektor perikanan terhadap PDRB Provinsi NTB meningkat dari Rp 6,3 Triliun di tahun 2020 menjadi Rp 7,7 Triliun di tahun 2023.

Sementara produksi tahun 2023 mencapai sekitar 1.227.761,88 ton, yang didominasi oleh perikanan budidaya sebesar 973.529,10 ton atau 79,29 persen, dan sisanya berupa perikanan tangkap sebesar 254.232,78 ton atau 20,56 persen.

“Ada empat potensi kelautan dan perikanan terbesar di NTB adalah rumput laut, udang, bandeng, mutiara dan garam, dan terhadap potensi yang lainnya juga akan terus menjadi perhatian kami,” pungkasnya. (yun)

Editor : Kimda Farida
#investasi #esdm #penanam modal #NTB