Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sampah di Sembalun Butuh Penanganan Cepat 

Sanchia Vaneka • Sabtu, 30 November 2024 | 12:00 WIB

SUNGGUH MEMPESONA: Keindahan alam Sembalun, di Lombok Timur menjadi daftar tujuan wisatawan. Sayangnya, pengelolaan sampah di wilayah belum maksimal, sehingga berpotensi mengganggu. IVAN/LOMBOK POST
SUNGGUH MEMPESONA: Keindahan alam Sembalun, di Lombok Timur menjadi daftar tujuan wisatawan. Sayangnya, pengelolaan sampah di wilayah belum maksimal, sehingga berpotensi mengganggu. IVAN/LOMBOK POST
 

LombokPost-Masalah sampah di Sembalun hingga saat ini belum dapat tertangani. Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB menyebut perlu adanya pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Sembalun secepatnya.

”Kita butuh TPST ya di Sembalun itu. Tapi dengan konsep yang di bawa ke situ residunya,” kata Kepala DLHK NTB Julmansyah.

Pembuatan TPST telah diwacanakan beberapa waktu lalu. Namun hingga hari ini, Pemda Lotim masih dalam proses pencarian lahan yang ada sesuai untuk TPST. 

Julmansyah mengaku, siap untuk membantu pembuatan TPST di Sembalun. Pihaknya telah melakukan komunikasi dengan Penjabat (Pj) Bupati Lotim untuk segera mengatasi persoalan sampah yang ada di Sembalun. 

”Kami juga mendorong agar pemda reaktivasi sarana prasarana pengelolaan sampah yang ada di sana,” ucapnya. 

Lebih lanjut, ia menyebut potensi produksi sampah di Sembalun cukup besar. Disumbang dari aktivitas penduduk di lima desa serta banyaknya wisatawan yang datang ke Sembalun.

”Lima desa sampahnya mau di bawa ke mana. Sampah TNGR dalam setahun saja 11 ton. Belum sampah hotel hingga sampah rumah tangga,” terangnya. 

Terkait dengan pengelolaan TPST yang kerap menghadapi kendala operasional, Julmansyah mengatakan itu tergantung dengan sumber anggaran pembangunannya. TPST biasanya berasal dari BPPW atau Dana Alokasi Khusus (DAK) PUPR kabupaten/kota. Apabila pembangunan dilakukan melalui DAK PUPR maka itu diserahkan ke kabupaten, bisa dikelola pemdes maupun kelompok masyarakat setempat.

”Tetapi saran saya, Dinas PUPR, LHK kabupaten duduk bersama, untuk dilakukan koordinasi. Ini yang kami melihatnya belum optimal,” tambahnya. 

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) NTB Jamaludin Malady mendukung adanya tempat pengelolaan sampah di Sembalun. Karena seperti diketahui, sampah dapat berdampak pada keberlangsungan pariwisata. 

”Semua destinasi wisata, termasuk Sembalun itu sudah waktunya punya tempat pembuangan maupun pengelolaan sampah sendiri. Karena itu destinasi yang luar biasa dan pengunjungnya tidak sedikit,” terangnya. (chi/r11)

Editor : Akbar Sirinawa
#sampah #sembalun #tpst #lhk #NTB #Pengelolaan