Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Berhasil Entaskan Kelaparan di Masa Lalu, Pemprov NTB Berupaya Pertahankan Varietas Padi Gogo

Yuyun Kutari • Kamis, 19 Desember 2024 | 10:55 WIB

 

ASLI NTB: Varietas padi gogo lokal di NTB memiliki sejumlah keunggulan yang terus dipertahankan, seperti bisa ditanam di lahan kering dataran rendah sampai dataran menengah, dan lainnya.
ASLI NTB: Varietas padi gogo lokal di NTB memiliki sejumlah keunggulan yang terus dipertahankan, seperti bisa ditanam di lahan kering dataran rendah sampai dataran menengah, dan lainnya.
 

LombokPost-Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) NTB terus berupaya mempertahankan eksistensi varietas padi gogo.

“Penanaman dikhususkan untuk lahan-lahan kering yang terdapat di beberapa wilayah di Lombok maupun Pulau Sumbawa,” terang Sekretaris Distanbun NTB Ni Nyoman Darmilaswati.

Upaya itu dilihat dari petani di NTB, tetap mempertahankan varietas tersebut agar tidak punah.

Terlebih NTB memiliki sejarah yang panjang terkait kesuksesan padi gogo dalam mengentaskan kelaparan di daerah ini.

“Kita tetap gencar untuk mempertahankan padi gogo ini jangan sampai punah, padi gogo ini tetap ada,” jelasnya.

Diakui memang, sekarang ini petani lebih suka tanaman varietas padi Inpari 32.

“Ini karena selera pasar yang ditanam, biar laku hasil panen teman-teman petani untuk menjual, namun padi gogo tetap kami pertahankan,” imbuhnya.

Padi gogo sendiri adalah jenis padi yang ditanam di ladang atau kebun, bukan di sawah, dan tidak memerlukan irigasi khusus.

Padi gogo merupakan padi kering yang dapat tumbuh di lahan kering atau dataran tinggi.

“Kita memiliki historis yang gemilang terkait dengan penanaman padi gogo. Produksi padi di NTB melonjak drastis setelah munculnya bencana kelaparan,” jelasnya.

Hal ini dibuktikan dengan keberhasilan petani NTB menjadi salah satu penyumbang terbanyak swasembada beras pada 1984.

Hal ini merupakan keberhasilan dari sektor pertanian yang membanggakan.

Sistem ini menjadi salah satu kebanggaan Gatot Suherman, Gubernur NTB pada saat itu.

Lantaran keberhasilan swasembada pangan di NTB, Gatot Suherman ikut mendampingi Presiden RI kedua, Presiden Soeharto, untuk menghadiri undangan Food Agriculture Organization (FAO) di Roma.

Dari data Distanbun NTB, hingga awal Desember 2024, realisasi penanaman padi gogo di NTB seluas 1.897 hektare dari target seluas 2.463 hektare.

Varietas ini paling banyak ditanam di Lombok Utara seluas 762 hektare, disusul Lombok Tengah 558 hektare dan Lombok Barat 420 hektare. (yun/r11)

Editor : Kimda Farida
#kering #varietas #Pertanian #Lahan #Padi Gogo #NTB #dinas #Bencana