LombokPost-Penanganan kasus gigitan hewan pembawa rabies (HPR) masih menjadi pekerjaan rumah (PR) Pemprov NTB. Karena itu, pemprov menaikkan anggaran penanganannya untuk tahun 2025. ”Sekitar Rp 96 juta, itu lebih besar dari tahun sebelumnya,” kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) NTB Muhammad Riadi.
Nilai anggaran tersebut naik lebih dari 4 kali lipat dibandingkan tahun ini. Pada 2024, anggaran penanganan untuk rabies hanya dialokasikan sebesar Rp 22,8 juta.
Kenaikan tersebut didorong tidak adanya lagi dukungan anggaran dari pemerintah pusat.
“Sehingga daerah perlu untuk mengeluarkan tambahan anggaran,” sebutnya.
Menurutnya, untuk menangkap hewan liar saja, pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota perlu membayar sebesar Rp1 juta. Belum lagi untuk membayar biaya vaksinasi.
Disnakeswan NTB mencatat hingga November 2024 ditemukan 876 kasus gigitan hewan rabies di NTB di Pulau Sumbawa. Yakni Kabupaten Sumbawa Barat ditemukan 62 kasus, Dompu 25 kasus, Kabupaten Bima 166 kasus, dan tertinggi di Kabupaten Sumbawa dengan 621 kasus.
Diketahui, kasus gigitan HPR tahun ini lebih tinggi dibanding tahun lalu. Yang mana di tahun 2023, kasus gigitan rabies di NTB hanya mencapai 739 kasus.
Riadi mengatakan satu-satunya langkah yang bisa dilakukan Pemprov NTB untuk mengentaskan kasus rabies adalah dengan menutup akses masuknya hewan pembawa rabies menuju ke Lombok. Yang kita jaga jangan sampai masuk ke Pulau Lombok. Yang di pulau Bali juga.
Makanya kontrol kita terhadap hewan pembawa rabies sangat ketat,” tambahnya.
Selain dengan menutup akses masuknya HPR, Pemprov NTB juga memberikan vaksinasi kepada hewan liar yang berpotensi rabies.
Namun, langkah ini dinilai belum maksimal. Sebab, dengan estimasi jumlah 40.000 anjing, kucing, dan monyet liar di NTB, sangat sulit untuk memberikan vaksinasi.
”Kalau kita mau vaksin seluruh anjing, seluruh kera berapa banyak yang akan habis APBN. Satu-satunya cara kita mencegah penularan penyakit hewan dari sisi lalu lintasnya,” tandasnya. (chi/r11)
Editor : Kimda Farida