Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dorong Pemkot Mataram Perbanyak Hunian Rumah Susun, Fahri: Solusi Keterbatasan Lahan

Sanchia Vaneka • Minggu, 29 Desember 2024 | 17:10 WIB

 

Fahri Hamzah 
Fahri Hamzah 
 

 

LombokPost-Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah melakukan kunjungan kerja ke Lombok, Jumat (27/12).

Dalam kunjungan kerja tersebut, Fahri mengidentifikasi yang menjadi masalah inti dari perumahan salah satunya adalah pembangunan rumah di atas kawasan persawahan. 

”Saya lihat di Lombok ini rata-rata menggunakan sawah. Saya tidak tahu apa yang terjadi. Saya belum mendapatkan laporan,” kata Fahri di Lombok Barat (Lobar), Jumat (27/12). 

Dirinya mengaku sedih setiap kali melihat perumahan yang dibangun di atas sawah. Meskipun secara aturan itu legal, jika dilakukan terus menerus dikhawatirkan menggerus kedaulatan pangan.

Padahal, NTB dikenal sebagai lumbung pangan dengan swasembada beras.

”Jadi jangan ada alasan pengadaan tanah, tapi di sisi lain kita membangun semua rumah di atas sawah,” sebutnya. 

Fahri menegaskan, pengembang perumahan dan pemda perlu memikirkan gagasan untuk menyediakan hunian bagi warganya.

Terutama di kawasan perkotaan. Salah satu alternatifnya bisa melalui pembangunan rumah susun.

”Menurut saya lantai tiga tidak perlu lift, itu bisa menjadi alternatif keterbatasan lahan,” terangnya. 

Dengan menjadikan rumah susun sebagai kebiasaan baru, itu akan menekan alih fungsi lahan.

Namun, dirinya menegaskan agar pembangunan rumah susun tidak lagi mangkrak.

”Kemarin saya dari Bima ke Lombok sudah ketemu rumah susun mangkrak,” pungkasnya. 

Politisi asal Sumbawa ini mengatakan pemerintah telah menyiapkan anggaran besar untuk program tiga juta rumah. Dengan syarat, harus ada ide dan gagasan dari pemda.

Terutama untuk menyulap kawasan kumuh menjadi tempat layak huni, tanpa mengambil kawasan sawah. 

”Jangan cuma buat rumah seperti ini, apalagi mengambil sawah. Siapapun yang punya ide, berapapun uangnya ada, saya siapkan,” tegasnya. 

Dalam kesempatan yang sama, Asisten I Setda Lombok Barat (Lobar) Lalu Najamudin mengatakan pihaknya telah menyiapkan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) sebesar 12.331 hektare are.

”Itu sedang berproses perdanya. Jadi perumahan kita arahkan di luar itu,” kata Najam. (chi/r11)

Editor : Kimda Farida
#kunjungan #sawah #Lahan #perumahan #rumah susun #permukiman #kerja #Perkotaan #swasembada #Lombok #Pangan