LombokPost-Sisa monumen yang dibangun pasca Perang Lombok pada 1894, ditemukan di halaman Kantor Gubernur NTB. Temuan ini muncul, saat proses renovasi kantor berlangsung.
“Kebetulan dalam proses pengerjaan Kantor Gubernur kita menemukan ada benda ini, setelah dikaji dan buka literatur, ini konon katanya bagian dari puing-puing tugu yang dibangun untuk menghormati pasukan Belanda yang tewas pada perang Lombok 1894,” terang Sekda NTB Lalu Gita Ariadi, Jumat (3/1).
Temuan ini diatensi serius Pemprov NTB. Karenanya, Sekda memerintahkan Kepala Museum NTB Ahmad Nuralam, agar berkoordinasi dengan pihak berkompeten, agar segera mengkaji lebih jauh dan mendalam terhadap keberadaan puing tugu tersebut.
”Dari kajian ini, kita bisa susun bagaimana rencana ke depan,” kata dia.
Gita sendiri tidak heran, apabila sisa monumen perang Lombok ada di seputaran Kantor Gubernur NTB. Bila ditarik ke belakang, dengan melihat posisi Kebon Raja, Titik Nol Kilometer, Gereja Santa Maria Immaculata, dan Kodim 1606/Mataram, kawasan tersebut diketahui sebagai pusat pemerintahan kala itu.
”Jadi ini pusat pemerintahan saat itu, dan nanti kita coba gali lebih jauh mengenai apa rekonstruksi sejarahnya, tentu ini telaahannya kita tunggu,” kata Gita.
Menurutnya, terlepas dari sejarah terciptanya monumen tersebut, ini bakal dijadikan Pemprov NTB sebagai salah satu destinasi wisata sejarah. Ini akan menambah destinasi wisata mengenai jejak penjajahan Belanda di NTB. Yakni, adanya makam Van Der Ham, seorang Jenderal dari Belanda yang pada saat itu menjajah di Mataram, NTB, pada 1894 dan saat ini makamnya ada di Mataram, tepatnya di pemakaman Hindu, Karang Jangkong, Mataram.
“Mudah-mudahan dengan cara itu, orang Belanda dan anak keturunan terpampang namanya datang ke sini berwisata,” tandasnya.
Kepala Museum NTB Ahmad Nuralam menjelaskan Museum NTB pernah melakukan kajian pada tahun 2023 lalu, namun kajiannya hanya sebatas untuk diposting di Instagram.
”Kami sudah memposting terkait dengan berapa simbol-simbol peninggalan pemerintahan sebelum Indonesia merdeka, seperti yang di jalan Langko termasuk monumen yang ada di tengah-tengah Kantor Gubernur NTB ini, jadi kajian secara singkat sudah kami lakukan,” jelasnya.
Mengenai perintah oleh Sekda NTB Lalu Gita Ariadi, agar mengkaji lebih dalam, segera ditindaklanjuti dalam waktu dekat. “Mungkin satu Minggu atau dua Minggu kita akan melakukan pengkajian ulang. Tadi kita sudah lihat disertai dengan rekomendasi apa hal yang akan kita lakukan,” jelasnya. (yun/r11)
Editor : Akbar Sirinawa